CK Hutch, Kelola Bisnis Properti Li Ka-shing

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Konglomerat property sekaligus orang terkaya di Asia, Li Kas-shing mereorganisasi dua perusahaan induknya: Cheung Kong Holding Ltd dan Hutchison Whampoa Ltd.  Selain properti, dua holding company itu juga mengembangkan usaha non-properti, seperti pelabuhan dan telekomunikasi.

Semuanya sudah menjadi perusahaan publik dan jika keduanya digabungkan, kapitalisasi pasarnya mencapai 312 miliar dolar Hong Kong atau lebih dari Rp509 triliun. Secara global kerajaan bisnis pria kelahiran kelahiran Chaozhou, Tiongkok, 86 tahun lalu itu, memperkerjakan lebih dari 280.000 orang.

Li Ka Shing

Li Ka Shing

Reorganisasi ini bertujuan untuk melanggengkan konglomerasi bisnis walau  sudah tidak lagi dipimpin sang pendiri. Li sudah memulai proses regenerasi dengan menempatkan anak tertuanya, Victor Li-Tzar kuoi, jadi deputy chairman pada Cheung Kong Holding Ltd (CK).  Agar fokus Li membagi perusahaannya menjadi dua wilayah dan lini usaha: aset properti di Hong Kong dan konglomerasi internasional. Di manca negara sayap bisnis Li terdapat di 50 negara.

“Sebagai seseorang yang sudah berumur seperti saya, Anda pasti menginginkan penerus perusahaan dan semua eksekutifnya dapat menjalankan perusahaan dengan baik dan lebih mudah,” ucap Li.

Reorganisasi ini melahirkan perusahaan baru CK Hutchison Holding Ltd yang khusus mengembangkan dan mengelola aset properti dari dua perusahaan.  CK akan melepas semua aset propertinya  dan melempar saham senilai 24 miliar dolar Hong Kong (Rp 39 triliun) untuk membeli seluruh saham Hutchison.  Saat ini saham CK di Hutchison 49,97 persen. Menurut Managing Director Hutchison Whampoa, Canning Fok, proses reorganisasi ini diharapkan rampung akhir Juni 2015. Setelah itu CK Hutchison Holding akan listing di Bursa Saham Hong Kong.

Cheungkong Center Hongkong

Cheungkong Center Hongkong

Saat ini, Li dan yayasan keluarganya memiliki 43 saham di CK dan 50 persen saham di Hutchison Whampoa. Dengan reorganisasi ini, mereka hanya akan memiliki saham 30 persen di masing-masing perusahaan tersebut.

Reorganisasi ini dinilai positif oleh pengamat. “CK Hutch akan menawarkan potensi pertumbuhan lebih besar, sebab properti yang dikelolanya akan memberikan keuntungan investasi lebih pasti,” kata Steven Leung, Director of Institutional Sales UOB Kay Hian Ltd. Hal senada dikemukakan Lee Wee Liat, analis BNP Paribas SA – Hong Kong. “Properti adalah instrumen investasi yang diperhatikan investor saat ini dan pemisahan itu menunjukkan konglomerat tersebut  akan melepaskan semua aset yang kurang berharga.”

Kebanyakan aset properti kedua perusahaan itu berlokasi di Hong Kong dan Tiongkok. Pasar residensial di Tiongkok sendiri saat ini sedang melemah, sementara transaksi di Hong Kong juga sedang terhenti menyusul aneka aturan pengendalian yang dikeluarkan pemerintah sejak 2010.

(Sumber: Bloomberg dan Wall Street Journal)

 

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me