BTN Gandeng BPJS Bangun Rumah di Karawang

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – BTN sebagai bank yang fokus pada pembiayaan rumah rakyat terus mendorong pembangunan rumah untuk kalangan menengah bawah. Selain menjalin kerjasama dengan kalangan pengembang swasta, BTN juga menjalin menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk membangun hunian yang dekat dengan kawasan industri.

Ilustrasi

Ilustrasi

Rencananya perumahan tersebut dibangun dekat kawasan industri di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Namun, mencari tanah yang harganya cocok untuk dikembangkan rumah sederhana di Cikarang tidak dapat.  Di Karawang Barat juga tidak ada, akhirnya didapatkan lokasi di Karawang Timur.

“Kami survei untuk cari lokasi, ternyata di Cikarang harga tanah sudah sangat tinggi, di Karawang Barat sudah ada Agung Podomoro sehingga harga di sana juga sudah tinggi. Akhirnya kami dapat di Karawang Timur, bisa dibayangkan 2-3 tahun lagi kita bisa dapatnya di Subang, pekerja harus berangkat dari jam 2 pagi,” ujar Joni Wahyu Nugroho, Senior Manager Government and Institutional Relation Subsidized Mortgage Division Bank BTN,  kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (16/1).

Kalau situasinya sudah seperti ini mau tidak mau masyarakat harus diarahkan tinggal di rumah susun (Rusun) yang dekat dengan pusat aktifitasnya agar menghemat biaya transportasi. Joni  mengatakan, sebenarnya banyak program pemerintah untuk membantu kalangan masyarakat bawah, seperti bantuan uang muka bahkan pinjaman untuk pembelian tanah bagi developer.

Masalahnya ada aturan Bank Indonesia (BI) yang melarang perbankan memberikan pinjaman uang muka dan pembelian tanah.  Tapi ketentuan tersebut dikecualikan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bergaji maksimal Rp4 juta untuk membeli rumah, dan Rp7 juta per bulan untuk membeli rusun.

Dalam kerjasama itu BPJS juga siap memberikan bantuan uang muka senilai Rp20-50 juta bagi mereka yang sudah bekerja minimal satu tahun. Sementara kredit tanah bisa diberikan ke developer maksimal 50 persen atau senilai Rp7,5 miliar dari total luas lahan yang akan digunakan untuk dibangun rumah bersubsidi.

housing-estate.com