Coastal Road Balikpapan Tinggal Tunggu Izin Pusat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Investor yang akan menggarap pembangunan coastal road dipastikan tak bisa langsung membangun proyek tersebut. Meski sudah melalui proses seleksi panjang, mereka harus melengkapi kelengkapan perizinan dari Pemkot Balikpapan maupun surat izin kerja reklamasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

ilustrasi

ilustrasi

Demikian disampaikan Ketua Tim Lelang Coastal Road Freddy Nelwan. “Kami pastikan pengurusan izin ini akan cepat. Karena mereka sudah melalui tahapan seleksi yang panjang. Begitu juga soal izin reklamasi dari kementerian, kami akan membantu memfasilitasi,” terangnya.

Coastal road merupakan proyek terintegrasi untuk mewujudkan water front city dengan cara reklamasi atau menguruk laut untuk mendapatkan lahan baru. Untuk segera merealisasikan proyek tersebut Pemkot Balikpapan segera membentuk Badan Pengendali (BP) Coastal Road. Drafnya sudah ada tinggal ditandatangani wali kota.

Hal ini dibenarkan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. BP Coastal Road ini yang akan mengawal proses pembangunan dari awal sampai rampung. Mulai teken kontrak antara investor dengan pemkot, pengurusan perizinan hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Sementara itu, proses lelang beauty contest pembangunan coastal road saat ini memasuki tahap final. Pemkot sudah rampung menentukan penilaian terhadap 11 dokumen penawaran yang diajukan oleh tujuh perusahaan peserta lelang investasi.  Akhir bulan ini pemkot akan meminta seluruh calon investor presentasi di depan tim teknis dan wali kota.

Jumlah dokumen penawaran yang lebih banyak dari jumlah perusahaan karena ada perusahaan yang siap menggarap lebih dari satu segmen. Tujuh perusahaan peserta lelang ini adalah PT Sugico Graha, PT Pandega Citraniaga, PT Daksa Kalimantan Putra, PT Helindo Bangun Raya Sejahtera, PT Wulandari Bangun Laksana (WBL), PT Karunia Wahananusa, dan PT Avica Jaya Nusantara.

“Presentasi terakhir akan menentukan. Kami akan lihat kesanggupan mereka, keseriusannya, sekaligus masukan untuk rencana pembangunan dan rencana bisnis supaya sesuai dengan keinginan pemkot. Jadi, investor yang nomor dua masih bisa menyalip nilainya menjadi nomor satu,” beber Rizal.

Rencananya presentasi ini dilaksanakan 21 Januari 2015, namun diundur lantaran jadwalnya bentrok dengan beberapa kegiatan pemkot lainnya. Pemkot masih mencari jadwal yang pas, namun dipastikan pada bulan ini.

Sumber: Kaltim Post Online

housing-estate.com