Jurong Bird Park, Destinasi untuk Para Penggemar Burung

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Singapura terus melengkapi ragam koleksi burung, khususnya untuk jenis burung langka dan terancam punah di  taman burung terbesar di Asia Tenggara, yaitu Jurong Bird Park. Jurong Bird Park merupakan wahana terbaru dari Wings of Asia yang diresmikan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee.

Desmond Lee saat peresmian  Jurong Bird Park

Desmond Lee saat peresmian Jurong Bird Park

“Ini merupakan rumah burung terbesar dengan koleksi lebih dari 5.000 burung yang mewakili 400 spesies dan 15 persen di antaranya hampir punah. Pengunjung dapat menikmati dan belajar lebih jauh seputar burung-burung yang indah yang ada di sini,” ujar Desmond dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Kamis (22/1).

Beberapa koleksi burung langka yang ada di tempat ini antara lain, jalak bali (leucopsar rothschildi), merpati luzon bleeding heart (gallicolumba luzonica), jalak putih (acridotheres melanopterus), termasuk lima spesies yang baru pertama kali diperlihatkan ke public, yaitu ekek geling jawa, poksay kuda, dan kakatua kringkring buru.

Clair Chiang, Chairman Wildlife Research Singapura, mengatakan, Jurong Bird Park secara aktif  terlibat dalam program konservasi burung-burung langka di Asia yang terancam punah. “Dengan dibukanya wahana ini sebagai bentuk komitmen kami dalam konservasi burung langka, mengembangbiakkannya, dan pada saatnya mengembalikannya ke habitat aslinya,” imbuhnya.

Tempat ini sebelumnya disebut sebagai Rumah Burung Asia Tenggara yang berdiri di atas lahan seluas 2.600 m2. Wings of Asia sendiri telah direnovasi selama tiga bulan dengan memperbaiki rumah-rumah burung, perbaikan jala, dan sebagainya. Tempat ini dibuka sejak tahun 1971 dan memiliki area taman dan perbukitan seluas lebih dari 20 ha.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me