Rumah Sehat Dimulai Dari Toilet

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kebersihan toilet ditentukan oleh budaya penggunanya. Tidak bisa hanya mengandalkan penjaga kebersihan di toilet umum atau asisten rumah tangga di rumah. Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) Naning Adiwoso mengatakan, kualitas toilet bisa menggambarkan kualitas suatu negara. Karena itu budaya pemakai toilet yang suka meninggalkan jejak atau tidak disiram harus diubah. “Orang Indonesia itu paling malas menggelontor karena terbiasa (buang air) di kali,” katanya.

rumah sehat dimulai dari toilet

Ia juga menekankan pentingnya membudayakan toilet yang kering, karena toilet yang basah rentan menjadi sarang penyakit. Apalagi, perkembangan teknologi dan perubahan iklim global membuat penyebaran penyakit kian cepat dan bisa berawal dari toilet. Budaya toilet bersih tidak hanya perlu di rumah tapi juga harus diterapkan di toilet publik. Ingat selalu, ada orang lain yang akan menggunakan toilet setelah kita. Jadi tinggalkan toilet dalam keadaan bersih dan kering tanpa jejak.

Fakta Toilet

  1. Di Asia hanya 7% toilet berada di dalam rumah, selebihnya di luar rumah, karena orang tidak mampu membuatnya
  2. Sekitar 50% laki-laki meninggalkan toilet tanpa mencuci tangan, sedangkan wanita sebanyak 25% melakukan hal yang sama. Kuman kemungkinan tertinggal saat tangan memegang handel pintu dan kran di toilet.
  3. Wanita memakai toilet tiga kali lebih sering dan lama dibandingkan pria. Karena itu toilet wanita seharusnya dua kali lebih banyak daripada toilet untuk pria.
  4. Toilet berpotensi sebagai tempat penyebaran penyakit, 62% dari lantai, 31% dari kran air hangat (hot faucet), sisanya dari dudukan kloset dan alat pengering tangan (hand dryer).
  5. Saat menggelontor air (flushing) ke dalam kloset duduk tanpa ditutup, kuman dan bakteri ikut berterbangan dalam 60 detik dan bertahan di udara sampai satu jam dengan radius 4–5 m.

Tetap Kering Dan Bersih

ATI memberi serangkaian panduan tata tertib penggunaan toilet umum yang berlaku juga untuk toilet di rumah. Yaitu:

  1. Wajib cuci tangan setelah menggunakan toilet. Setelah itu segera keringkan tangan dengan handuk, tisu atau hand dryer yang tersedia, agar tidak ada ceceran air di lantai.
  2. Wastafel hanya digunakan untuk mencuci tangan, tidak untuk membilas bagi anak anak.
  3. Penggunaan toilet duduk adalah dengan duduk, tidak berjongkok di atas toilet duduk karena berbahaya dan membuat kotor.
  4. Seat cover bawah pada kloset duduk harus diangkat saat pria buang air kecil, agar kloset selalu higienis dan permukaan dudukan bersih ketika dipakai pengguna selanjutnya terutama perempuan.
  5. Langsung flushing kloset duduk dalam keadaan tertutup sehabis digunakan, atau segera disiram tuntas sehabis memakai kloset jongkok.
  6. Saat membilas pastikan airnya mengalir ke dalam mangkuk kloset sehingga tidak berantakan.
  7. Pembalut atau tisu toilet langsung dimasukkan ke dalam tempat sampah sehabis digunakan. Gunakan tisu toilet seperlunya.
  8. Jangan merokok di dalam toilet. Selain membuat lantai toilet kotor, asap dan baunya bisa mengganggu pengguna lainnya.
  9. Gunakan cairan pembersih kuman (sanitizer) yang banyak dijual untuk membersihkan dudukan kloset sebelum dipakai atau setelahnya, agar pengguna berikutnya tidak risih.
  10. Jika memungkinkan kurangi sentuhan telapak tangan pada kran atau handel pintu di toilet untuk mencegah terjangkit kuman. Bila kran memakai sistem tekan, bukan putar, kita bisa menggunakan siku tangan untuk menekan, begitu juga untuk mendorong pintu.

Merawat Dengan Benar

  1. Bersihkan toilet setiap hari. Toilet tak cukup hanya bersih tapi juga harus higienis.
  2. Tidak ada bahan porselen atau keramik pada kloset yang anti kuman. Usahakan selalu membersihkan kloset setiap habis dipakai, cukup dengan air bersih dan sabun lalu dilap kering. Pembersih yang mengandung cairan kimia keras bisa merusak glasur dan menyebabkan permukaan porselen tidak licin dan mengilap lagi. Permukaan yang kasar atau berpori mudah menyerap kotoran dan tempat berkumpul bakteri sehingga makin sulit dibersihkan.
  3. Hindari penggunaan bahan kimia keras untuk membersihkan toilet karena cairan yang larut ke lubang kloset akan menghambat proses penguraian (dekomposisi) limbah di dalam septic tank dan bisa merusak pemipaan (plumbing).
  4. Sumber air yang jelek bisa merusak pemipaaan pada tangki air kloset, jadi periksa secara rutin tangki dan perbaiki suku cadang yang rusak.
  5. Biasakan memencet tombol flushing dengan tekanan seperlunya dan bergantian jika terdapat dua. Jangan terlalu kuat menekan karena akan menyebabkan alat flushing cepat rusak.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me