Kemudahan Baru, Angsuran Rumah Sederhana Hanya Rp500 Ribuan/Bulan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Untuk membantu kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah pemerintah telah membuat dan melaksanakan sejumlah program. Diantaranya membebaskan PPN untuk rumah seharga Rp120 juta-Rp165 juta dan subsidi bunga melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dengan dukungan dana FLPP bunga KPR untuk rumah bersubsidi hanya sebesar 7,5 persen.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera)

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera)

Tidak hanya sampai di sini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono menjanjikan lagi tiga kemudahan untuk kalangan MBR membeli rumah. Tiga hal tersebut yaitu bunga FLPP akan diturunkan menjadi 5 persen, bantuan langsung untuk uang muka sebesar Rp4 juta, dan penurunan uang muka dari 5 persen menjadi 1 persen.

“Ini semuanya masih kita hitung, kalau bunga FLPP ditetapkan 5 persen, artinya porsi pemerintah harus mencapai 90 persen sehingga harus menyiapkan anggaran FLPP yang lebih besar. Kalau bunga bisa 5 persen, angsuran rumahnya jadi hanya Rp500 ribuan dari sebelumnya Rp700 ribu-Rp800 ribu,” ujarnya kepada housing-estate di Jakarta, Kamis (26/2).

Untuk besaran uang muka yang hanya 1 persen, Bank BTN menyatakan kesiapannya untuk memberikan uang muka 1 persen. Menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono, hal ini dapat membantu kalangan MBR yang mampu mencicil namun kesulitan menyediakan uang muka untuk membeli rumah.

“Tapi uang muka 1 persen ini akan diprioritaskan untuk pembelian rumah susun sederhana milik (rusunami) di perkotaan. Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk penyediaan hunian vertikal walaupun tidak menutup kemungkinan juga uang muka 1 persen ini untuk rumah tapak,” imbuhnya.

Basuki juga menyatakan tengah memikirkan untuk bisa membuat skema KPR bagi kalangan pekerja informal. Jumlah kalangan seperti ini ditengarai justru lebih banyak dibandingkan dengan pekerja formal yang bergaji tetap. “Seperti supir taksi, dia sanggup mencicil tapi sulit untuk mendapatkan pinjaman bank. Makanya kalangan non payroll payment ini juga kita pikirkan. Banyaklah bantuan untuk MBR, ini biar program satu juta rumah bisa tercapai,” tandas Basuki.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me