Bahan Alternatif Kayu, Satu Produk Aneka Aplikasi

Big Banner

Saat ini aplikasinya lebih banyak untuk ruang luar seperti dek di area kolam renang dan fasad rumah

Housing-Estate.com, Jakarta – Kalau kebanyakan orang di Indonesia masih menganggap kayu sebagai salah satu bahan utama pembangunan rumah, hal itu wajar. Kayu memberi kesan hangat, natural, homy, dan memang lebih pas dengan daerah tropis. Selain itu tradisi, kebudayaan, dan pengalaman masa kecil juga berpengaruh. “Kalau waktu kecil orang tinggal di rumah yang banyak bahan kayunya, ketika dewasa ia cenderung menginginkan rumah dengan karakteristik serupa,” kata Ren Katili, arsitek dari Navia Dekalima Consultant (Jakarta).

Artikel_100_Tren Bahan Bangunan_Bahan Alternatif Kayu Satu Produk Aneka Aplikasi_0650571

Hanya saja selain makin sukar mendapatkan kayu berkualitas baik, penggunaannya juga menghadapi tantangan yang kian berat akibat perubahan kondisi lingkungan hidup. Kayu menjadi kian mudah lapuk atau keropos digerogoti rayap dan perawatannya mahal. Bahkan, sekarang sebelum dipakai kayunya harus diawetkan dulu untuk mencegah rayap dan pembusukan. Sebab itu penawaran bahan alternatif kayu pun berkembang sebagai substitusi. Merek-merek baru terus bermunculan.

Bahannya macam-macam, mulai dari fiber cement sampai serbuk kayu dicampur plastik komposit dan lain-lain, kemudian di-finishing dengan warna, tekstur, dan motif kayu. Salah satunya Conwood, papan fiber cement asal Thailand yang dibuat dari campuran semen dan serat selulosa, material non asbestos yang aman bagi lingkungan dan kesehatan. Sebelumnya sudah beredar banyak merek lain seperti sudah berulangkali kami ulas dirubrik Tren Bahan Bangunan dan Info Bahan Bangunan seperti Biowood, Woodplank Elephants (juga dari Thailand), Novawood, Duma Deck Square, Kalsi, dan lain-lain.

Banyak panel

Karena merupakan produk hasil pabrik, satu merek bisa dibuat dalam berbagai jenis, rupa dan warna untuk aneka aplikasi. Panel Conwood tersedia dalam ukuran panjang 305 cm, lebar 30 cm, dan tebal 2,5 cm untuk aplikasi di dalam dan luar ruang. Mulai dari lisplang, penutup lantai, pelapis dinding, kisi-kisi penahan sinar matahari, penutup plafon, sampai pelapis anak tangga dan pagar. Pemasangan cukup dipaku pada rangka kayu atau disekrup pada rangka besi.

Berbahan fiber cement, produk Conwood mirip kayu asli

Berbahan fiber cement, produk Conwood mirip kayu asli

Bentuk dan tekstur produk sangat mirip kayu asli, pemasangan mudah, cepat, dan fleksibel. “Yang bisa Anda lakukan pada kayu, dengan Conwood pun bisa,” kata Chitpan Tandavanitj, Commercial Director PT Conwood Indonesia. Karena memang bukan kayu, bahan alternatif kayu ini dijamin anti pembusukan, anti rayap, lebih kuat dan tahan cuaca, dan mudah dirawat (tinggal dilap).

“Bahan kita memang sudah anti rayap, kena air tidak lapuk atau mengembang, kena panas tidak melenting, kalau terbakar tidak menyebar,” kata Agnes Elvira, Marketing Administrator PT Composite Solutions, produsen Biowood, wood plastic composite (WPC) yang terbuat dari serbuk kayu (70%) dan plastik komposit (30%). Panel tersedia dalam 351 profil untuk aplikasi plafon, lantai, dinding, fasad, railing, roofing, dan lain-lain. Panjang panel 585 cm, lebar 10–14 cm, tebal 2–2,8 cm. Aplikasinya juga diklaim mudah sehingga bisa dikerjakan sendiri oleh konsumen.

Klaim serupa diutarakan PT Siam-Indo Concrete Product, produsen papan fiber semen Woodplank Elephant (juga dari Thailand). “Produk ini kita tawarkan sebagai pengganti papan kayu solid yang anti rayap dan kuat. Dengan mesin berteknologi tinggi dari Eropa, kita bisa menghasilkan produk dengan tekstur seindah kayu asli. Saat ini yang masih dipasarkan tekstur kayu Jati,” kata Heryanto Oongwidjaja, Marketing Manager PT Siam Indo Concrete Product. Woodplank Elephant bisa dipakai untuk lisplank, pelapis dinding dekoratif, dan pagar.

Laman: 1 2

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me