Catat, Dana Gelap APBD DKI Cukup Untuk Bangun 60 Ribu Rusun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Masalah dana siluman dalam APBD DKI Jakarta sebesar Rp12,1 triliun mengusik rasa kemanusiaan dan keadilan masyarakat. Pasalnya, dana yang ditengarai untuk bancakan oknum-oknum tertentu di DPRD DKI Jakarta melalui pengadaan barang itu cukup untuk merumahkan ratusan ribu warga Jakarta yang masih tinggal di kawasan kumuh dan bantaran kali.

Basuki T. Purnama, Plt Gubernur DKI Jakarta

Basuki T. Purnama, Plt Gubernur DKI Jakarta

Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama (Ahok), dana siluman itu cukup untuk membangun 60 ribu unit rumah susun sederhana. Karena itu Basuki menyatakan siap “perang” dengan DPRD DKI dengan tetap menolak memasukkan dana siluman tersebut dalam APBD 2015.

“Kalau memang saya harus dipecat atau dipenjara saya rela daripada memainkan Rp 12,1 triliun,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/3).

Basuki berpendapat anggaran yang jumlahnya sangat besar itu lebih baik dipakai untuk membangun rusun bagi warga tidak mampu di Ibukota. Pasalnya, anggaran sebesar Rp12,1 triliun itu  tidak mungkin dijadikan sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA).

Ia mengatakan, dana tersebut diselundupkan oknum DPRD melalui SKPD. Salah pos pengeluaran fiktif adalah untuk pembelian uninterupptible power suplly (UPS) di sekolah-sekolah senilai Rp 330 miliar.

Basuki mengaku heran dengan besarnya anggaran UPS yang mencapai Rp6 miliar untuk satu sekolah. Padahal, kata Basuki,  satu genset seharga Rp 150 juta sudah cukup bagus dan  dapat genset otomatis yang menyala langsung saat listrik mati.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me