Kepemilikan Properti oleh Asing Bisa Sumbang Pemasukan Pajak

Big Banner

Dalam hitungan bulan, Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan dimulainya pasar bebas ini diprediksi bisa memberikan angin segar bagi industri properti Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Ignesz Kemalawarta, dengan membuka kepemilikan properti oleh asing di Indonesia pada saat MEA, akan menambah penerimaan pajak di Indonesia. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan penerimaan pajak yang dinilai tinggi yakni sebesar Rp1,489,3 triliun dalam APBN-Perubahan 2015.

“Penerimaan pajak ini sangat tinggi. Membuka keran pemilikan properti oleh asing merupakan salah satu cara yang bisa digunakan. Pajak asing tentu akan lebih tinggi daripada pajak lokal. Namun, untuk asing tetap kunci dengan sejumlah aturan,” kata dia yang dikutip dari keterangan resminya, Senin (9/3/2015).

“Misalnya, asing cuma diperbolehkan beli apartemen dengan harga jual minimal Rp10 miliar. Dengan adanya batasan tersebut akan mempertegas segmentasi pasar dimana asing tidak boleh memiliki properti di segmen menengah bawah dan rumah tapak. Ini memang harus dikaji lagi. Kalu dikunci seperti ini tidak akan berpengaruh pada segmen bawah,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga mendukung target penerimaan pajak yang ditetapkan oleh pemerintah. Karena, menurut dia target pajak memang perlu diperluas sehinga yang membayar pajak bisa lebih banyak.

“Dari hasil penjualan properti itu bisa mendapatkan pajak yang tinggi. Tidak hanya itu, dengan membuka keran pemilikan properti oleh asing juga akan membantu menggerakkan sektor lainnya di Indonesia,” tutup dia. (as/okezone)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me