Defisit Akomodasi, Filipina Tambah 4.612 Kamar Hotel

Big Banner

KOMPAS.com – Tahun ini Global Hotel mengembangkan sayap bisnisnya di Manila. Sejumlah operator yang menjadi anggota organisasi hotel internasional tersebut menambah jumlah kamar karena tertarik pada prospek pertumbuhan pariwisata di ibu kota Filipina ini.

Accor Grup ACCP PA hadir dengan Novotel dan Mgallery, Hilton Worldwide HLT membawa merek Conrad, dan Wyndham Worldwide Corp WYN mengusung merek N Tryp. Mereka berkontribusi sebanyak 4.612 kamar pada tahun ini.

Menurut lembaga riset properti, Colliers International Philipphines, angka tersebut dua kali lipat lebih besar dari penambahan jumlah kamar tahun lalu dan empat kali lipat dari kenaikan rata-rata empat tahun terakhir.

“Manila adalah salah satu lokasi yang paling aktif di daerah tempat hotel baru dibuka,” kata Romeo Arahan, analis riset Colliers International Philipphines, seperti dikutip dari Reuters.com.

Penambahan kamar diperkirakan melebihi angka 3.500 unit per tahun dalam dua tahun ke depan terutama yang terintegrasi dengan resor kasino. Kamar-kamar baru tersebut akan membantu Manila mengatasi kekurangan akomodasi yang berkualitas.

Dengan masuknya Genting Singapore’s GENS.SI Crockfords Tower, Fairmont Hotels & Resorts, ‘NOVSCF.UL Savoy dan merek andalannya Hotel Okura juga akan membantu menarik pengunjung yang terbiasa dengan perjalanan mewah.

Namun dengan memiliki kamar hotel yang banyak tidak menyelesaikan persoalan pariwisata Filipina. Negara kepulauan tersebut kekurangan bandara untuk melayani para wisatawan yang ingin pergi dari pulau ke pulau.

Berdasarkan data tahun 2014, kedatangan wisatawan asing ke Filipina hanya mencapai jumlah di bawah 5 juta pengunjung. Masih rendah jika dibandingkan dengan standard Asia Tenggara. Peningkatan wisatawan Tiongkok yang rendah tersebut terhalang oleh sengketa wilayah dengan Filipina. Pemerintah Filipina mengharapkan secara keseluruhan kunjungan wisatawan mencapai angka 6 juta pada tahun 2015.

Aileen Clemente, Ketua Federasi Industri Pariwisata Filipina mengharapkan target kunjungan wisatawan asing dapat mencapai 10 juta, mengikuti target yang ditetapkan pemerintah.

“Menarik kunjungan wisatawan adalah sebuah masalah karena Pemerintah Filipina sangat ambisius dalam target tapi infrastruktur tidak mencukupi untuk memenuhi target,” kata Aileen.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me