Depok Belum Punya Aturan Soal Basement Gedung

Big Banner

Depok – Pemerintah Kota Depok mulai memikirkan aturan soal pembangunan gedung bertingkat yang memiliki lahan bawah tanah atau basement di wilayah Depok. Anggota DPRD Depok Edi Sitorus mengatakan, sejauh ini Depok hanya memiliki aturan terkait batas ketinggian lantai gedung, sementara aturan lahan bawah tanah belum memiliki payung hukum.

“DKI Jakarta sudah punya aturan itu. kita belum ada, ini penting,” katanya kepada wartawan, Minggu, 17 Maret 2013. Menurut dia, aturan basement itu harus dikaji dengan matang, terutama berkaitan dengan penyediaan cadangan air tanah. “Agar jangan sampai Depok krisis air tanah.”

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini juga menegaskan regulasi tentang basement itu penting untuk dibuat, terutama terkait sanksi bagi pengusaha yang melanggarnya. Apalagi, kata dia, kedepan diperkirakan pembangunan di Kota Depok sangat padat. Dalam rapat paripurna pada Selasa pekan lalu, DPRD telah mengusulkan aturan tersebut untuk dibahas lebih lanjut oleh pemerintah dalam rancangan peraturan daerah (Raperda).

Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad menyetujui usulan DPRD dan bakal mengkaji aturan yang disulkan tersebut. Idris mengakui sampai saat ini Depok memang belum memiliki aturan soal bangunan bawah tanah. “Ini belum ada aturannya, yang sudah ada baiknya bagaimana juga akan kita rumuskan,” katanya.

Idris menjelaskan, mulai tahun depan banyak pengusaha yang akan membangun properti di Depok. Mereka akan membuat basement hingga 20 meter kebawah. Jika kontur tanah yang dipakai gembur dan mengandung banyak air tanah, hal itu akan berbahaya bagi konstruksi bangunan.

Idris juga menegaskan dalam merancang raperda tentang basement ini, pemerintah kota Depok akan memanggil para ahli dan pengamat. Masukan dan usulan dari ahli yang mengerti soal teknis kajian tersebut dibutuhkan untuk menjaga kesalahan.”Ini baru usulan dalam raperda, dan masih akan kita diskusikan secara teknis bersama para ahli,” katanya.

Depok memang kota yang sedang tumbuh pesat. Apalagi pada tahun 2015 mendatang dua jalan tol yang melewati Depok akan beroperasi. Hal itu tentu akan menarik banyak pengusaha untuk mendirikan usaha seperti mall, apartemen, dan hotel di Depok. Sejumlah tempat usaha itu tentunya membutuhkan lahan basement sebagai tempat parkir.

ILHAM TIRTA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me