Aktivitas Pasar Sewa Mal Jakarta Lesu di Akhir Tahun

Big Banner

JAKARTA – Aktivitas sewa pasar ritel di Jakarta pada kuartal IV-2014 tergolong lesu karena minimnya pasokan mal baru. Dalam tiga bulan terakhir di 2014, tingkat hunian (okupansi) retail di Jakarta naik tipis yakni 0,3 kuartal to kuartal (kok) atau hanya dikisaran 85 persen.

Dalam riset yang ditulis oleh Cushman & Wakefield, Rabu (18/2/2015), senasib dengan mal, tingkat hunian untuk kios di pusat perbelanjaan strata-title juga ikut lesu di angka 69,1 persen.

“Dengan terbatasnya pasokan mal baru, penyewa-penyewa besar di kuartal ini hanya menggantikan penyewa lama. Peritel dari luar negeri masih menjadi pemain aktif di pasar ritel. Adapun riteler asing yang aktif mengembangkan bisnis ritelnya di Indonesia di antaranya Uniqlo. Peritel asal Korea Selatan ini membuka gerai keenamnya di Grand Indonesia. Selain itu departement store asal Thailand, Central, juga membuka gerai pertamanya di Grand Indonesia,” tulis riset tersebut.

Kontribusi dari beberapa penyewa yang membuka toko di pusat perbelanjaan terbaru, menyebabkan tingkat penyerapan per kuartal tetap positif. Meskipun demikian, tingkat penyerapan pada kuartal ini hanya sebesar 6.700 meter per segi, jauh lebih rendah dibandingkan kuartal lalu yang tercacat sebesar 55.500 meter persegi.

Jumlah pasokan kumulatif ruang ritel di Jakarta berada di level yang sama seperti kuartal sebelumnya, dikarenakan tidak adanya pasokan baru di kuartal ke empat ini. Pada akhir tahun 2014 ini, jumlah pasokan kumulatif sebesar 4.015.100 meter persegi, terdiri dari 2.900.100 meter persegi pusat perbelanjaan sewa (72,2 persen) dan 1.115.100 meter persegi pusat perbelanjaan strata-title (27,8 persen).

(mfa)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me