Archipelago International Sasar Kawasan Industri

Big Banner

Bisnis.com, CIKARANG — Archipelago International, grup usaha perhotelan, secara resmi mengoperasikan unit hotel terbarunya, Favehotel Jababeka, di Cikarang, Jawa Barat.

Presiden dan CEO Archipelago International John Flood menuturkan Favehotel Jababeka menjadi merupakan unit hotel pertama yang menyasar kawsan industri Jababeka, CIkarang. Sedangkan, secara nasional properti terbaru tersebut menjadi unit hotel ke-30 dari Favehotel, brand yang diarahkan untuk segmen bujet.

Menurutnya, lini hotel terbaru tersebut akan menyasar wisatawan yag melakukan kegiatan bisnis di sekitar kawasan industri. Apalagi, jelasnya, Favehotel Jababeka berlokasi di pusat kawasan industri dan didukung  akses pintu tol Cikarang.

“Cikarang merupakan pusat Kabupaten Bekasi yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (12/12).

John mengugkapkan pesatnya pertumbuhan kawasan industri menjadi motif bagi grup usaha untuk mengembangkan hotel di Cikarang. Terlabih lagi, jelasnya, hingga saat ini pasokan hotel bujet dengan layanan memadai bagi pebisnis masih terbatas.

Dia menuturkan Favehotel Jababeka akan menambah pasokan kamar sebanyak 155 unit di wilayah Cikarang.

“Oleh karena itu kami percaya bahwa Favehotel Jababeka akan menjadi tambahan yang luar biasa bagi pusat perekonomian dan menjadi pilihan wisatawan bisnis di daerah tersebut,” ujarnya.

Adapun, Archipelago International telah merencanakan pembukaan hingga 30 hotel baru dalam dua tahun ke depan.

Sebelumnya, President Director PT Sahid International Hotel Management and Consultant, Hariyadi B. Sukamdani menuturkan kawasan industri di wilayah Bekasi menjadi potensi bagi sektor perhotelan. Menurutnya, pengembangan terpadu di kawasan industri mendorong pertumbuhan sejumlah hotel di Bekasi. “Intinya industri cukup bagus dikombinasikan dengan sektor jasa perhotelan,” jelasnya.

Hariyadi mengungkapkan wilayah dengan kawasan industri menjadi semakin strategis bagi pebisnis hotel dengan kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas birokrat. Dia menjelaskan pembatasan tersebut mendorong pengelola hotel untuk memperbesar porsi korporasi sebagai target marketnya.
Kendati begitu, Hariyadi menilai saat ini kawasan industri dihadapkan pada tantangan untuk meningktkan kondufitasnya. Hal itu, jelasnya, mesti berjalan seiring upaya pemerintahan baru dalam meningkatkan arus investasi ke dalam negeri.

“Kesannya sekarang masuk kawasan industri serem, karena seringnya demonstrasi,” ujarnya

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me