Margahayuland Pasarkan 500 Unit Apartemen di Jakarta Barat

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA— Pengembang yang berbasis di Bandung, PT Margahayuland Development mulai memasarkan 500 unit apartemen Menara B di koridor Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Proyek bernama 19 Avenue ini direncanakan memilik tiga menara yang terhubung dengan area komersial.

 Pemasaran Menara B  dilakukan seiring dengan pembangunan menara A yang telah mencapai 60%. Sejak dipasarkan tahun lalu, Menara A telah terjual 100% dan diserahterimakan pada akhir tahun ini.  

Sementara itu,  Apartemen Menara B akan dibangun pada tahun ini dengan dana investasi sebesar Rp128 miliar. Menara tersebut diprediksi selesai pada 2017. Harga jual unit di Menara B juga lebih terjangkau dibanding Menara A yaitu mulai Rp199 juta per unit.

CEO Margahayuland Development Anti Gantira Nathin optimistis Apartemen Menara B akan mendapat sambutan positif dari konsumen. Sebab, selain sebagai tempat hunian yang ideal,  19 Avenue dapat menjadi pilihan investasi yang menarik di kawasan Jakarta Barat dan Tangerang. 

Menurutnya, konsumen berpotensi mendapat imbal hasil sebesar 15-20% per tahun. Hal itu disebabkan kawasan Jakarta Barat masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar.

“Kami optimistis Apartemen Menara  B  di superblok 19 Avenue akan mendapat sambutan positif seperti Menara A. Hingga akhir 2015, kami yakin penjualan tower B akan mencapai 80 persen,” katanya pada keterangan resmi, Selasa (3/3/2015).

Dia melanjutkan perusahaan menyasar Jakarta Barat karena lokasinya berada di titik pertemuan antara pusat bisnis Jakarta dengan kawasan industri Tangerang. Lokasi yang berdekatan dengan bandar udara tersebut diklaim membuat 19 Avenue cocok bagi pelaku bisnis dan konsumen yang sering berpergian keluar kota via jalur udara.

Menurut data Century 21 Indonesia harga tanah dan properti di Jakarta Barat masih dibawah harga pasar (under value). Padahal kawasan tersebut memiliki kelengkapan fasilitas umum dan sosial serta akses cukup dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Oleh sebab itu, produk properti di Jakarta Barat memiliki potensi tumbuh lebih tinggi yakni sekitar 20-30 persen dibanding kawasan lain Jakarta.

 

properti.bisnis.com