KREDIT RUMAH: Jokowi Setuju Uang Muka FLPP Jadi 1%

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui penurunan uang muka atau down payment kepemilikan rumah bersubsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menjadi hanya 1%.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengatakan program FLPP belum menjangkau seluruh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena total uang yang harus dikeluarkan pada awal pengajuan mendapat rumah bersubsidi masih dianggap terlalu tinggi.

“Saat uang muka 5%, total yang harus dikeluarkan dengan biaya lain seperti pajak bisa mencapai 10% dari harga rumah tersebut,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Basuki menuturkan dengan uang muka yang hanya 1% tersebut, masyarakat harus mengeluarkan tambahan Rp4 juta untuk biaya lain yang harus dikeluarkan saat pengajuan kredit. Cara tersebut dipercaya dapat lebih menjangkau MBR yang memiliki kemampuan membayar cicilan, tetapi belum mempunyai dana yang cukup untuk membayar uang muka.

Menurutnya, penurunan uang muka tersebut akan berdampak pada perpanjangan tenor kredit yang harus dibayarkan masyarakat. Pasalnya, pemerintah juga menekan bunga untuk kepemilikan rumah melalui FLPP itu menjadi hanya 5%.

“Kami berharap cicilan yang flat selama masa kredit itu mengurangi beban masyarakat yang ingin memiliki rumah,” ujarnya.

Basuki juga menyebutkan pemerintah sebenarnya dapat menerapkan uang muka 0% untuk rumah bersubsidi. Akan tetapi, pemerintah dan perbankan memerlukan keseriusan dari masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan menyetorkan uang muka 1% dari total harga rumah.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me