Cara Pintar Berinvestasi Melalui Properti

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Memiliki hunian yang ideal dan nyaman tentunya menjadi impian hampir semua orang. Sederet kriteria pun hadir guna menggapai impian tersebut. Luas bangunan, lingkungan sekitar, akses transportasi umum menjadi hal yang diperhatikan bagi pencari hunian.

Di sisi lain, bagi segelintir orang, hunian tidak hanya dijadikan sebagai tempat berteduh di kala hujan dan panas terik. Hunian kini digunakan menjadi instrumen investasi.

Hendra Hartono, CEO Leads Property, menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berinvestasi dalam bidang properti. Budget menjadi hal pertama yang dijelaskan oleh Hendra.

Pembeli harus tahu pasti jenis properti seperti apa yang akan dibeli dengan dana yang tersedia. Hendra mencontohkan jika budget yang dimiliki pembeli sebesar Rp1 Miliar.

Apabila konsumen ingin membeli apartement yang berlokasi di pusat kota, uang tersebut hanya cukup satu unit tipe studio. Di sisi lain, dengan dana serupa bisa mendapatkan sebuah rumah yang berukuran sedang di wilayah pinggiran kota.  

Pertimbangan ini kembali kepada individu masing-masing. Jika pembeli memang seorang yang hidup sendiri tidak ada salahnya untuk membeli apartemen dengan tipe studio. Tetapi jika ingin digunakan oleh satu keluarga, tentu akan lebih baik memilih rumah.

 “Budget merupakan hal tersulit. Pada umumnya sulit mendapatkan properti yang diidamkan sesuai dengan budget yang tersedia,” tutur Hendra.

Pembeli bisa memaksakan budget ketika menemukan properti yang diinginkan tetapi harganya tidak sesuai. Adanya cicilan ringan atau cara pembayaran yang menguntungkan bisa menjadi salah satu alternatif.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah motif pembelian. Properti hendak yang dibeli akan diperjual-belikan atau digunakan sendiri. Jika hunian hendak diperjual-belikan, investor harus memperhatikan lokasi rumah atau apartement tersebut.

Akan lebih baik jika lokasi hunian mudah dijangkau menggunakan transportasi umum dan dekat dengan tempat makan atau belanja. Jika ingin berinvestasi dengan apartement, penentuan lokasi dekat dengan kampus atau perkantoran pun bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Lain lagi ketika membeli properti untuk digunakan sendiri, tentunya kriteria menjadi lebih rumit. Tidak hanya transportasi dan tempat makan yang dicari, lingkungan tempat tinggal dan tetangga menjadi syarat tambahan.

Terakhir yang harus diperhatikan adalah pengembang properti. Walaupun bukan hal yang utama, memperhatikan track record pengembang bisa dijadikan acuan kepercayaan memilih properti.

“Intinya, harus berhati-hati ketika jual beli dalam bidang properti,” tutur Hendra.

Hendra menambahkan, saat ini keuntungan berinvestasi melalui apartemen dan rumah sama-sama menjanjikan. Namun perlu diingat, investasi properti berbeda dengan permainan saham.

Investasi dalam bidang properti merupakan investasi jangka panjang yang bergantung pada cycle tertentu. Investor tidak bisa mengharapkan 3-6 bulan sudah mendapatkan keuntungan.

Ada masa dimana investor harus menyimpan propertinya lebih lama karena timing penjualan sedang tidak baik. Harga properti melonjak tinggi dan keadaan ekonomi masyarakat sedang slow down. Investor pun harus bersiap jika properti yang sudah dibeli ternyata belum laku.

Ketika sedang berada dalam keadaan tersebut, investor harus memastikan hal tersebut tidak mengganggu keuangan sehari-hari dan cicilan tetap bisa dibayarkan.

Untuk menyiasati hal tersebut, Hendra berpendapat agar investor membeli properti yang bisa dia gunakan. Setidaknya ketika hunian tersebut sulit terjual, masih bisa digunakan untuk sendiri atau diberikan kepada anak. 

properti.bisnis.com