NJOP Naik, Pajak Bumi Bangunan di Jakarta Makin Mahal

Big Banner

Jakarta -Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta memastikan sudah menerapkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bumi dan bangunan terbaru untuk tahun pajak 2014 atau mulai berlaku sejak Januari hingga Agustus tahun ini. Dampaknya masyarakat harus merogoh kantung lebih dalam untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga transaksi properti.

Kepala Dinas Pajak Pemprov DKI, Iwan Setiawandi memastikan bahwa mulai Januari tahun ini ada kenaikan NJOP tanah berkisar 20%-140% dan kenaikan NJOP bangunan.

“Mengenai kenaikan besarannya setiap wilayah bervariasi, rata-rata untuk NJOP tanah naiknya 20%-140%. NJOP bangunan juga naik disesuaikan dengan harga bangunan yang sekarang, dasarnya karena harga biaya komponen bangun,” kata Iwan saat dihubungi detikFinance pekan lalu.

Iwan menambahkan, kenaikan NJOP yang tinggi ini akan menaikan pajak bumi bangunan (PBB) yang harus dibayarkan oleh masyarakat. Terlebih saat ini diberlakukan tarif progresif PBB yang dibagi ke dalam 4 kategori NJOP.

“Jadi dampaknya ada kenaikan pembayaran PBB di lapangan yang besar, karena pakai sistem progresif untuk NJOP di bawah Rp 200 juta tarif PBB ditetapkan sebesar 0,01%, tarif PBB 0,1% dikenakan untuk NJOP Rp 200 juta sampai Rp 2 miliar, tarif 0,2% untuk NJOP Rp 2 miliar hingga Rp 10 miliar, dan tarif 0,3% untuk NJOP di atas Rp 10 miliar,” imbuhnya

Ia menambahkan bahwa besar kecilnya tarif baru PBB ini tergantung dengan luas bangunan dan luas tanah yang dimiliki wajib pajak. Selain itu pihaknya mengakui bahwa kenaikan NJOP ini sudah mulai disosialisasikan sejak bulan Desember tahun lalu hingga ke tingkat RT.

“Besaran PBB itu tergantung perbedaan luas bangunan dan tanahnya, NJOP beda, Masalah NJOP ini sudah disosialisasikan sejak desember 2013, sudah ada sosialisi. sampai RT,” pungkasnya.

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me