Pajak Properti Bakal Pukul Pengembang dan Perbankan

Big Banner
JAKARTA – Pemerintah berencana menurunkan batas harga barang yang akan dikategorikan sebagai barang mewah yang akan dikenakan pajak penjualan barang mewah atau PPnBM. Salah satunya yang akan dikenakan adalah properti.

Sebelumnya, pajak 5 persen akan dikenakan untuk properti dengan nilai Rp10 miliar, namun akan dikurangi menjadi Rp2 miliar. Rencana tersebut nantinya akan dirasakan oleh masyarakat pada April 2015.

“Kami mengira bahwa permintaan properti akan menurun dan penjualan akan terpengaruh pada akhirnya, terutama bagi para pengembang,” kata Research Team Daewoo Securities Indonesia, Selasa (10/3/2015).

 

Selain itu, dampak terhadap industri lainnya seperti perbankan, akan lebih sedikit orang yang mengambil kredit pinjaman rumah, sehingga akan menyebabkan pertumbuhan kredit menyusut.

“Untuk itu kami lebih bercondong terhadap sektor konstruksi seperti PT PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) daripada pengembang seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) ASRI,” jelas riset tersebut.

(rzk)

property.okezone.com