Asing Sudah Antisipasi Penerapan PPnBM Properti

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Rencana pemerintah menurunkan batasan obyek pajak barang mewah di sektor properti mendapat reaksi negatif kalangan pengembang. Menurut ketentuan yang akan segera berlaku itu apartemen senilai Rp2 miliar ke atas atau luasnya di atas 150 meter persegi dikenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) sebesar 20 persen. Untuk rumah tapak (landed house) PPnBM dikenakan terhadap bangunan seluas 400 meter persegi dari sebelumnya 500 meter persegi.

Tokyu Land Indonesia

Tokyu Land Indonesia

Perubahan batasan obyek pajak barang mewah yang cukup drastis pada apartemen. Sebelumnya yang terkena PPnBM adalah apartemen di atas Rp10 miliar sekarang Rp2 miliar. Batasan baru ini membuat apartemen menengah atas dengan luasan di bawah 100 meter sangat mungkin terkena PPnBM. Contohnya apartemen 2 kamar seluas 60-70 meter persegi, apabila harganya Rp35-40 juta per meter persegi, seperti beberapa apartemen di kawasan bisnis Jakarta dan Jl TB Simatupang, mereka tidak dapat menghindar dari beleid ini. Menurut kalangan developer beleid ini bakal menggerus pasar properti yang saat ini kondisinya sedang melandai.

Kalangan pengembang asing tampaknya lebih siap menghadapi beleid dari Kementrian Keuangan ini. Salah satunya Tokyu Land yang mengembangkan proyek property di koridor TB Simatupang dan Serpong. Tai Horikawa, Direktur PT Tokyu Land Indonesia (TLI), mengaku sudah terbiasa menghadapi perubahan kebijakan dan sejauh ini bisa menyesuaikan diri. Pihaknya, ujar Horikawa, akan melakukan sejumlah langkah penyesuaian.

“Pajak (PPnBM) tersebut akan dimasukkan dalam perhitungan harga jual. Kami tidak khawatir produk hunian kami tidak diserap pasar karena daya beli masyarakat Indonesia terus meningkat,” terang Horikawa  saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/3).

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me