Penderitaan Sektor Properti Saat Rupiah Melemah

Big Banner

Ditengah fenomena pelemahan rupiah terhadap dollar AS beberapa hari ini terpantau emiten sektor properti bergerak dalam tekanan di tengah kondisi bursa yang mulai mengalami koreksi. Indeks properti masih mengalami tekanan cukup signifikan dengan persentase pelemahan tertinggi sebesar 7.4% sepanjang perdagangan 2 minggu terakhir ini.

Sektor properti melemah bersamaan dengan sektor konstruksi hal tersebut dikarenakan komponen produk properti 30 sampai 40 persennya adalah impor. Karena pelemahan rupiah, maka harga menjadi naik terlebih juga saat ini suku bunga perbankan masih tinggi,. Adapun pelaku bisnis sektor properti di lapangan merasa bisnisnya sangat lambat. Misalkan untuk keramik, sebagai bagian dari produk turunan properti.

Selain itu beberapa isu juga membawa tekanan bagi sektor properti salah satunya wacana yang berkembang bahwa pemerintah akan mengatur ulang kebijakan pajak atas properti. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2013, penjualan apartemen seluas 150 meter persegi ke atas dikenai Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Pemerintah akan mengubah aturan untuk menjaring pajak yang lebih banyak. Menteri Keuangan Bambang PS Brojonegoro menyatakan, batasan pengenaan PPnBM akan diubah dari luas properti menjadi nilai jual.

Menilik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini yang bergerak menguat. IHSG ditutup menguat tipis 7,89 poin atau 0,1 persen ke 5.427,46. Siang ini, IHSG ditutup dengan 138 saham menguat, 115 saham melemah, dan 100 saham stagnan. menutup sesi pertama perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp2,36 triliun dari 2,79 miliar lembar saham diperdagangkan.

Adapun beberapa saham properti yang masuk dalam jajaran top loser pada perdaganga kemarin, antara lain saham Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) yang terkoreksi 0.45 persen, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BDSE) yang turun 2.91 persen, Waskita Karya (Persero) Tbk.(WSKT) yang tertekan 3.52 persen, serta Sentul City Tbk.(BKSL) yang terpangkas 1.49 persen.

 

 

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

 

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me