Bisnis Properti Tiongkok Terburuk Dalam 3 Tahun Terakhir

Big Banner

Penjualan properti di Tiongkok dalam dua bulan pertama di tahun 2015 tercatat alami penurunan tertajam dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh melambungnya jumlah pasokan perumahan serta pertumbuhan investasi di sektor real estate kurang diminati. Pendapatan penjualan turun 15,8 persen dalam dua bulan pertama di tahun ini, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Januari-Februari tahun lalu. Penurunan ini adalah yang terburuk sejak 2012 silam.

Sektor properti sendiri menyumbang sekitar 15 persen atas produksi ekonomi Tiongkok, oleh karena itu, penjualan properti yang masih lemah hingga bulan lalu sekaligus menyoroti risiko yang dihadapi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan 7 persen di tahun 2015 ini.

Pertumbuhan investasi properti merosot 10,4 persen pada periode Januari-Februari lalu, dari 10,5 persen di sepanjang tahun 2014 lalu, demikian seperti dilaporkan oleh Biro Statistik Nasional pada hari Rabu (12/3/2015). Harga rumah di Tiongkok kembali jatuh pada bulan Februari meskipun memang laju penurunannya melambat.

Developer yang berbasis di Shanghai CIFI Holdings (0884.HK) melihat prospek bahwa di semester kedua tahun ini akan lebih baik dan bahkan mereka berencana untuk menaikkan harga di kisaran 10 sampai 15 persen.

Sementara itu, dengan melihat kondisi sektor properti Tiongkok yang masih lesu dalam ebberapa tahun terakhir ini diikuti dengan pembangunan properti baru yang sudah mulai mencatat penurunan terbesarnya sejak Mei tahun 2014 lalu, yaitu turun 17,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa developer properti sendiri cukup pesimis sehingga memperlambat laju ekspansinya.

Sebagai tambahan, Bank sentral China (PBOC) telah memangkas suku bunganya pada akhir Februari lalu untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir. Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan properti dan membantu menstabilkan harga rumah, meskipun pemulihan yang kuat di sektor ini tidak dapat dilakukan secara instan mengingat masih ada kelebihan pasokan di pasar yang kemungkinan akan memakan waktu setidaknya satu tahun untuk memperbaikinya.

 

 

Stephanie Rebecca/ VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me