Kemenpupera Akan Bangun Jalan Sepanjang 2.650 Km

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) tahun ini memasang targetk  pembangunan jalan baru sepanjang 497 km. Lelang kontrak untuk pengerjaan jalan ini sudah dilaksanakan sejak Oktober tahun lalu. Bulan April mendatang pembangunannya sudah bisa dilaksanakan.

Ilustrasi: Jalan di daerah perbatasan

Ilustrasi: Jalan di daerah perbatasan

Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kemenpupera Djoko Murjanto, total anggaran untuk membangun jalan ini mencapai Rp56,9 triliun. Proyek pembangunan jalan ini diprioritaskan di perbatasan Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. “Jadi di periode  2014-2019 ini targetnya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Untuk jalan targetnya akan membangun sepanjang 2.650 km hingga tahun 2019,” ujarnya di Kantor Kemenpupera, Jumat (13/3).

Pembangunan jalan ini juga akan dikonsentrasikan untuk jalan penyeberangan di 60 titik lokasi restrukturisasi jaringan jalan perkotaan, pembangunan jalan lingkar perkotaan di metropolitan dan kota besar, dukungan jalan di 15 kawasan industri prioritas, jalan pembangunan 15 bandara baru, jalan terhadap jalur kereta, dan dukungan jalan bagi 25 kawasan strategis pariwisata.

“Selain itu juga ada dukungan terhadap 60 angkutan sungai danau penyeberangan (ASDP). Dari 60 ASDP, sebanyak 27 ASDP telah diakses oleh jaringan jalan nasional dan 12 ASDP akan didukung oleh penambahan jaringan jalan nasional. Untuk memenuhi target ini alokasi anggarannya mencapai Rp278 triliun untuk konstruksi jalan bebas hambatan 1.000 km, pemeliharaan jalan nasional sepanjang 45.592 km, pembangunan flyover dan underpass 15 km, dan lainnya,” imbuhnya.

Saat ini Ditjen Bina Marga tengah menunggu penetapan peraturan Menpupera yang mengatur panjang jalan nasional dari semula 38.500 km menjadi 46.000 km. Kemudian ada juga status jalan nasional yang akan berubah, misalnya jalan di DKI Jakarta yang diminta oleh Gubernur DKI Jakarta untuk dikelola sendiri oleh pemprov.

“Itu ada sekitar 500 km jalan nasional yang statusnya dialihkan ke DKI Jakarta, karena kalau jalan nasional sifatnya menghubungkan antar kota. Semua jalan nasional di DKI Jakarta akan diserahkelolakan kepada pemprov kecuali yang berada di samping jalan tol JORR dan jalan nasional yang mengelilingi Jakarta,” tandasnya.

housing-estate.com