Saingi Thamrin, CFD Alam Sutera Bakal Digelar secara Rutin

Big Banner

TANGERANG, KOMPAS.com – Peluh bercucuran di dahi Ermina, salah satu peserta “Teach for Indonesia, Run For Leprosy” atau TFI, pada pukul 06.35 WIB pagi tadi. Meski lelah, dia tidak memperlambat kecepatan larinya mencapai garis akhir.

Sebelumnya, tepat pukul 06.00 WIB Ahad pagi (15/3/2015), Ermina dan ribuan peserta lainnya mulai berlomba dengan titik awal di Universitas Bina Nusantara, Alam Sutera, Tangerang, dan berakhir di tempat yang sama.

Sepanjang lima kilometer, Ermina menempuhnya tanpa henti demi mengalahkan 2.499 peserta lainnya. “Peserta lain jadi tantangan buat saya. Memacu mental saya supaya tidak berhenti berlari,” ujar dia kepada Kompas.com, usai menerima penghargaan Juara ke-2 Wanita Kategori 5K.

Ermina menilai, jalur berlari TFI sepanjang Mall @ Alam Sutera, Mitsubishi, All Fresh, Giant, kemudian memutar kembali ke All Fresh, dan Binus, sangat bersahabat. Dengan demikian, dia tidak mengalami hambatan yang berarti selama memacu langkah kakinya. Ermina justru semakin terpacu ketika barisan penitia meneriakkan kata-kata penyemangat.

Saat mendaftar untuk mengikuti perlombaan tersebut pada Januari, perempuan berusia 41 tahun ini mengaku lebih percaya diri bertarung di kategori 5K, dibandingkan 10K. Meski sudah terbiasa berlari 10 kilometer, Ermina mengambil kesempatan menang yang lebih besar dengan berlari untuk jarak tempuh 5 kilometer.

Dia sadar, banyak peserta lainnya yang tidak tersaingi di level 10K. Perlombaan tersebut, ternyata juga diikuti oleh peserta dari mancanegara yaitu Belanda dan Singapura. Terlepas dari perlombaan, Ermina menilai TFI merupakan satu kegiatan positif yang peduli terhadap pengidap kusta. Dia pun berharap, kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan di kawasan Alam Sutera.

“Acara seperti ini bagus banget. Kapan-kapan perlu diadakan lagi yang seperti ini,” ucap dia antusias.

TFI merupakan hasil kerja sama antara Universitas Binus dengan PT Alam Sutera Realty Tbk untuk mendukung program hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD). Acara tersebut setidaknya mengokupasi hampir 100 persen jalan di kawasan perumahan Alam Sutera.

Menurut Marketing Planning and Development Division Head Alam Sutera Rossie Andriani, acara seperti ini akan diselenggarakan lebih rutin. “Tahun lalu, kita mengadakan seperti ini 3 kali. Kita berharap akan lebih sering menggelar event ini,” kata Rossie.

Dia menuturkan, acara ini merupakan yang pertama dihelat pada 2015. Sehari-harinya, para warga di dalam atau di sekitar Alam Sutera sudah memanfaatkan jogging track. Namun, Rossie  mengaku kegiatan car free day  atau hari bebas kendaraan bermotor belum secara masif dilakukan di Alam Sutera.

Dia berambisi, CFD di Alam Sutera bisa lebih besar menyaingi CFD di Thamrin, Jakarta Pusat. “Kalau di Thamrin itu kan orang sudah otomatis datang sendiri. Kalau di sini belum, makanya kami adakan acara seperti ini yang lebih banyak supaya orang-orang terbiasa,” jelas Rossie.

properti.kompas.com