Paramount Land Gelar Seminar Properti Di 10 Kota

Big Banner
paramount_poto prescon

Press Conference Salah Satu Properti Yang Dikembangkan Paramount Land

PROPERTI- Hampir semua sektor usaha mengalami koreksi termasuk industri properti pada tahun 2014 hingga memasuki 2015. Namun, perlambatan siklus pasar ini bukan berarti bisnis dan peluang investasi tidak berkembang. Bahkan, nilai properti diyakini akan terus meningkat karena merupakan obyek investasi sepanjang masa.

Demikian disampaikan Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi pada roadshow seminar Indonesian Property Outlook 2015 di 10 kota besar di Indonesia yang digelar di Gading Serpong, Jumat 13 Maret 2015. Seminar ini rencananya akan diselenggarakan di Padang, Pekanbaru, Jakarta, Tangerang, Bandung, Bali, Surabaya, Medan, Makassar dan Balikpapan.

“Segmen kelas menengah Indonesia tahun 2015 diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar 90 juta orang, dengan tingkat konsumsi dan daya beli yang tinggi. Kondisi ini juga akan berimplikasi pada peningkatan pemenuhan kebutuhan akan hunian yang bertambah banyak, seiring terjadinya pertumbuhan populasi,” jelas Andreas Nawawi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan, industri properti menengah atas mulai jenuh dan bergeser ke segmen menengah yang sebagian besar adalah end user (pengguna). Oleh karena itu, lanjutnya, saat ini pengembang pun telah membidik pasar tersebut dengan melakukan strategi resizing dengan menjual tipe-tipe yang lebih kecil dengan harga berkisar antara Rp 500 juta -Rp 1 miliar yang akan menjadi primadona pasar properti.

“Di sisi lain, ada beberapa lokasi yang menunjukkan pertumbuhan dan menyimpan potensi pasar yang tinggi, diantaranya kawasan Serpong-Tangerang. Dengan melihat analisis di atas dapat disimpulkan bahwa optimistis sektor properti akan berjalan positif pada tahun ini, khususnya untuk rumah tapak (residensial). Namun pengembang harus jeli memanfaatkan pasar dan memberikan strategi yang tepat dengan menawarkan produk yang berbeda dan sesuai keinginan konsumen,” jelas Ali.

Melihat kondisi itu, Paramount Land di awal tahun 2015 ini, menawarkan konsep baru ‘custom homes’  di Malibu Village. Yaitu konsumen dapat memilih rumah sesuai selera dan kebutuhan. Malibu Village merupakan klaster di kota Gading Serpong yang mengakomodasi keinginan konsumen untuk memberikan sentuhan personal pada desain rumahnya sendiri. Terdapat 18 pilihan desain fasad, 3 pilihan finishing fasad, 3 pilihan warna dan 8 pilihan kelengkapan rumah. Untuk fasad ada 9 gaya rumah, yaitu gaya classic, American, Scandinavian, Japan, Mediteranian, modern, victorian, colonial dan Art Deco. Masing-masing gaya memiliki dua desain fasad  pilihan sehingga membuat konsumen lebih leluasa menentukan rumah yang diidamkannya.

h3>Artikel Terkait

propertynbank.com