REI Sambut Baik Keputusan DP Satu Persen

Big Banner

WE Online, Semarang – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyambut baik keputusan DP atau uang muka satu persen khusus untuk rumah bersubsidi, kata Ketua REI Jateng MR Prijanto.

“Kami sangat menyambut baik keputusan dari Pemerintah tersebut, harapannya DP satu persen berlaku untuk semua jenis rumah bersubsidi,” katanya di Semarang, Selasa (17/3/2015).

Pihaknya berharap, DP satu persen tersebut tidak hanya berlaku untuk rumah susun tetapi juga rumah sederhana tapak atau biasa disebut dengan landed house. Diakuinya, untuk di Jateng penjualan rumah susun tidak menggembirakan seperti penjualan untuk rumah sederhana tapak.

Dari segi harga, rumah susun dan rumah tapak terpaut jauh. Untuk rumah subsidi berbentuk susun harganya di kisaran Rp210 juta/30 m2, sedangkan rumah sederhana di kisaran Rp110 juta. Oleh karena itu, besaran cicilan juga terpaut jauh. Sebagai gambaran, UMK Jateng saat ini di kisaran Rp1,4 juta, jika pada satu keluarga suami dan istri sama-sama bekerja maka penghasilan dalam satu bulan mencapai Rp2,8 juta.

Di satu sisi, besaran cicilan rumah maksimal sepertiga dari penghasilan perbulan satu keluarga dan di sisi lain, besaran cicilan untuk rumah susun sekitar Rp1,4 juta, sedangkan jika rumah tapak hanya di kisaran Rp700 ribu/bulan.

“Dari gambaran tersebut tentu orang akan lebih memilih membeli rumah tapak. Dari sisi ketersediaan lahan di Jateng ini sudah masih cukup besar, jadi tidak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, jika DP satu persen diterapkan untuk rumah subsidi vertikal dan horisontal maka angka backlog rumah yang selama ini terus meningkat bisa diminimalisasi. Untuk Jateng sendiri, backlog rumah seluruh tipe mencapai 1,4 juta unit. Pada tahun ini, REI Jateng mengajukan target pembangunan ke Pemerintah pusat sebesar 8.000 unit.

“Target awal tersebut bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi yang sedang berlangsung, misalnya jika Pemerintah memberikan keringanan mulai dari DP hingga kemudahan proses izin. Kalau memang memudahkan maka kami berani meningkatkan target menjadi 10 ribu unit untuk tahun ini,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menurunkan uang muka untuk pembelian rumah subsidi, sehingga pembeli hanya membayar DP sebesar satu persen dari harga jual rumah subsidi.

Program DP rumah 1 persen tersebut dibuat KemenPU-Pera dan disepakati sejumlah bank karena alasan terbatasnya kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah. Kebanyakan masyarakat mampu membayar cicilan namun keberatan dengan DP rumah yang dianggap terlalu besar.

Salah satu bank yang sudah mempersiapkan fasilitas DP tersebut yaitu BTN, direncanakan beberapa bank lain akan ikut ambil bagian pada program tersebut di antaranya Mandiri, Bank BRI, Bukopin, dan Bank Artha Graha. (Ant)

Editor: Cahyo

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me