Bisnis Properti Makin Kiclong Di Kuartal Ketiga

Big Banner

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Setyo Maharso mengatakan pada kuartal ketiga 2010 bisnis properti mengalami pertumbuhan signifikan. Dalam perkiraannya pertumbuhan sektor ini mencapai 10-15 persen dibanding tahun lalu.

“Kenaikan ini cukup menggembirakan di bidang bisnis real estate. Hanya saja ada beberapa tantangan yang masih dihadapi oleh pengembang,” katanya saat memberi kata sambutan dalam acara Rapat Kerja Daerah REI DKI Jakarta Tahun 2010, di Hotel Nikko, Rabu (27/10).

Kenaikan tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, stabilnya nilai tuker rupiah terhadap dolar Amerika. Kedua adalah kondisi ekonomi, politik, dan keamanan yang mendukung dan ketiga semakin meningkatnya daya beli masyarakat terhadap produk real estate.

“Kalau tantangan beratnya, pengembang menghadapi persoalan kepastian hukum dan masalah pembiayaan di DKI. Kenyataan di lapangan, banyak regulasi di industri yang tidak selaras,” ujarnya.

Dia menambahkan, regulasi sistem pembiayaan subsidi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) masih dalam masa transisi sehingga pengembang sulit mendapat modal kerja dari bank. Ironisnya, banyak peraturan daerah tidak sinkron yang sulitkan dan membuat bingung pengembang dalam berusaha.

Karena itu, Setyo meminta adanya kerjasama yang solid dan bersinergi antara stake holder, pemerintah daerah, dan pengembang. “Jika regulasi tidak diselaraskan akan menghambat pembangunan rumah dan menimbulkan friksi. Harus ada penegasan mengenai fungsi dan peran masing-masing,” jelasnya.

ROSALINA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me