Perkantoran Mewah di Jakarta Disewa dengan Tarif Dolar AS

Big Banner

Jakarta -Harga sewa perkantoran mewah atau grade A di Jakarta khususnya di kawasan premium seperti Sudirman Central Business District (SCBD) terus melejit. Untuk menyewa kantor kelas ini biasanya tarifnya menggunakan dolar AS.

Executive Director PT Cushman & Wakefield Indonesia Handa Sulaiman mengatakan, banyaknya investor asing yang masuk ke Indonesia, membutuhkan ruang sewa perkantoran mewah. Secara langsung berdampak pada kenaikan tarif sewa perkantoran mewah.

“Transaksi ada yang pakai dolar dan rupiah. Tapi kalau kantor kelas atas (A) kebanyakan transaksinya pakai dolar,” kata Handa saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Ia menyebutkan, perkantoran-perkantoran mewah sepanjang kawasan Jalan Sudirman hingga Sentral Senayan harga sewanya sudah cukup tinggi dan transaksinya pun menggunakan dolar AS.

“Di kawasan Sudirman sampai Sentral Senayan perkantoran mewah itu transaksinya pakai dolar,” ujar dia.

Handa menambahkan, salah satu alasan pengelola perkantoran mengenakan tarif sewa dengan mata uang dolar AS, karena pembangunan perkantoran mewah banyak dilakukan oleh investor asing yang menggunakan modal dengan dolar AS. Sehingga untuk mengembalikan modal investasi harus juga dengan dolar AS.

“Gedung-gedung ini besar dan harganya tinggi jadi uangnya banyak diinvestasikan ke dolar karena kalau pakai rupiah jatuhnya lebih mahal,” tandasnya.

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me