Pembiayaan, Izin & Lahan, Kunci Sukses Program 1 juta Rumah

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Para pengusaha yang tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI) mengakui bahwa program 1 juta unit bisa tercapai jika ada kemudahan soal pembiayaan, perizinan, dan ketersediaan lahan dibantu oleh pemerintah.

Ketua umum DPP REI, Eddy Hussy menegatakan, program pemerintah dalam membangun satu juta rumah pada tahun ini dan akan dimulai groundbreaking ada April nanti. Tidak mudah dilaksanakan di lapangan jika sejumlah kendala tidak diatasi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata dia, selama ini jumlah unit rumah yang berhasil dibangun hanya mencapai 400 ribu unit.

“Memang tidak gampang bangun rumah. Karena memang selama ini kita hanya mampu membangun maksimal 400 ribu rumah murah atau komersil. Meski target tidak tercapai, kami tidak pesimistis juga kalau tidak bisa tercapai. Anggap saja ini tugas mulia,” kata Eddy Hussy, dalam acara Media Gathering di Sentul City, Bogor, Minggu (8/3).

Ia menambahkan program tersebut katanya bisa terlaksana bila semua pihak ikut mendukung. Ia mencontohkan persoalan lahan yang tersedia, pembiayaan jangka panjang, suku bunga, infrastruktur, dan perizinan lebih mudah. Pengembang akan ikut serta membantu pemerintah wujudkan rumah murah bagi masyarakat.

“Kami memiliki banyak anggota di daerah, dimana sekitar 70 – 80 persen adalah pengembang yang membangun rumah murah, dan ini perlu dukungan dari pemerintah dan kalangan perbankan,” kata dia.

Pengembang masih menghadapi kendala perijinan di daerah. Perlu ada insentif dari pemerintah bagi pengembang kecil dengan pemberian kredit konstruksi, dan kemudahan perizinan. Pemerintah juga harus membantu dalam pengadaan lahan, karena para pengembang menengah ini punya cadangan lahan tidak besar.

“Jika pemerintah juga membantu pengembang dengan memberikan insentif, pengembang yang tergabung dalam REI siap membangun, terlebih di daerah-daerah,” kata dia.

Begitu pula soal infrastruktur yang selama ini menjadi kunci pembangunan perumahan. “Persoalannya memang pada infrastruktur. Bila infrastruktur dibuka, lahan akan produktif dan memberikan kesempatan pengembang untuk membangun rumah bagi MBR karena infrastruktur sudah jadi, mulai dari jalan, listrik dan juga airnya,” katanya.

Pemerintah seharusnya tidak hanya melakukan groundbreaking dan hanya semangat di awal-awal program, tetapi harus kontinyu membuka lahan lahan baru dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, sehingga satu kawasan itu bisa berubah.

“Pemerintah harus realistis saja, program ini tidak mungkin diselesaikan pada 2015 saja. Harus adan keseriusan dan kontinuitas, sehingga tahun berikutnya lebih gampang untuk menyelesaikan kebutuhan rumah untuk masyarakat,” tambah Eddy.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me