“Groundbreaking” Program Sejuta Rumah Mulai April

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan, April ini akan mulai dilakukan groundbreaking program sejuta rumah. Selain rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) juga akan dibangun untuk non-MBR.

“Total yang siap untuk MBR adalah 211.000 rumah dan non-MBR 3300 rumah. Ini akan kami groundbreaking April dan sudah siap semua,” kata Menteri PU dan PR Basuki Hadimuljono di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Dalam rapat terbatas dii Kantor Wapres Jusuf Kalla itu dibahas kemajuan persiapan pelaksanaan program sejuta rumah, khususnya untuk MBR, baik pendanaan maupun pembiayaannya.

Pendanaan program sejuta rumah berasal dari pemerintah, dengan 600.000 rumah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baik melalui Kementerian PU dan PR maupun FLPP Kementerian Keuangan.

“Kalau yang dari DIPA APBN itu sekitar 98.000 rumah, kalau yang pembiayaan lainnya dari Perumnas, Bapertarim, BPJS, REI itu ada sekitar 500.000,” kata Basuki lagi.

Program ini juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun hingga 30.000 unit dalam bentuk memberikan kemudahan agar rumah-rumah itu benar terjangkau, antara lain uang muka yang sebelumnya bisa lima persen menjadi satu persen. Hal itu sudah disetujui dalam rapat.

“Karena biasanya orang bisa mencicil bulanannya karena flat sehingga akan semakin ringan. Seperti dulu orang mencicil Rp 70.000 terasa berat, sekarang ringan sekali. Tetapi yang berat justru uang mukanya,” lanjutnya.

Selain uang muka, pemerintah akan membantu penambahan Rp 4 juta tunai per rumah melalui bank. “Karena biasanya kalau yang sebelumnya uang muka lima persen itu ditambah biaya macam-macam seperti PPN dan sebagainya itu menjadi sekitar 10 persen. Makanya kami jadikan satu persen ditambah empat juta rupiah tunai,” kata dia lagi.

Sementara untuk KPR untuk bunga yang sebelumnya 7,5 persen kini menjadi lima persen. Sementara masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap bisa menggunakan fasilitas KUR. “Kami juga sudah mengajak semua gubernur, bupati, dan wali kota. Jadi misalnya Perumnas akan membangun rumah di 13 provinsi, pasti ini sudah ada tanahnya. Jadi diprioritaskan untuk Pemda yang sudah menyiapkan lahannya,” kata dia lagi.

Ada pun kriteria memiliki MBR sendiri yaitu penghasilan maksimal Rp 4 juta untuk rumah tapak dan maksimal Rp 7 juta untuk apartemen dan rumah susun.

mpi-update.com