Anggaran Hanya untuk 311 rb unit. Target 1 Juta Rumah Jalan Terus

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Kendatipun anggaran sektor perumahan tahun 2015 berdasarkan APBN-P sebesar Rp 13,3 T dan hanya akan mampu bangun 311 ribu rumah, namun program 1 juta rumah jalan terus.

Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tidak akan merevisi target pembangunan perumahan satu juta unit tahun ini, meski anggaran yang tersedia tidak mencukupi.

Basuki merinci dari jumlah tersebut terdiri bersumber dari APBN senilai total Rp 8,2 triliun, ditambah dana untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 5,1 triliun.

“Meski anggaran perumahan masih kurang, kami tidak akan merevisi target pembangunan perumahan satu juta unit rumah. Kalau direvisi nanti kita tidak kerja dong,” kata Basuki di kantornya, Jakarta, akhir pekan lalu.

Basuki menjelaskan, anggaran APBN-P sebesar Rp 8,2 triliun ini bisa digunakan untuk membangun 153 ribu unit, termasuk juga rumah bagi TNI/Polri, rusunawa maupun rumah tapak dan lainnya. Sedangkan dana FLPP sebesar Rp 5,1 triliun dapat membangun 58 ribu unit rumah serta dana dari Bapertarum sebesar Rp 2 triliun mampu untuk membangun 100.000 unit rumah.

“Anggaran memang masih kurang, tapi kita akan kerja sama dengan sektor lainnya, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Perumnas, dan juga perbankan khususnya BTN,” ujarnya.

Pemerintah katanya akan mengerahkan kekuatan untuk membangun satu juta unit rumah tersebut dengan bersinergi dan melibatkan peran BUMN seperti BTN, Perum Perumnas, dan BPJS. Defisit pasokan rumah atau backlog yang mencapai 15 juta unit perlu ada penanganan serius. Apalagi, kata Menteri, 70 persen dari total pekerja yang mencapai 20 juta orang sampai saat ini belum memiliki rumah yang layak huni.

“Pemerintah akan fokus membangun hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bawah seperti di kawasan industri, kawasan perbatasan, dan TNI/Polri,” kata dia.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me