Ciputra Group Makin Serius Kembangkan Smart Home

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Ciputra Group nampaknya serius mengambangkan konsep smart Home (rumah pintar). Beberapa waktu lalu mereka resmi menggandeng BASF Indonesia dan Toyota Housing Corporation untuk menerapkan konsep smart home di seluruh proyek huniannya.

Seperti yang dikutip MPI-update di Majalah Properti Indonesia edisi januari 2015, konsep ini diproyeksikan akan mendongkrak harga rumah naik tiga persen per unitnya. Menurut Chandra Ciputra, Chief Executive Officer Ciputra Group, sebelum menerapkannya di seluruh proyek, pihaknya terus mengkaji konsep smart home yang cocok untuk pasar di Indonesia.

Penerapan smart home, katanya, akan membuat harga rumah naik sekitar tiga persen per unitnya, karena investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk smart home lebih tinggi dibandingkan rumah biasa. Namun Chandra yakin, masyarakat tidak akan keberatan membayar lebih mahal untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik di rumahnya.

Sementara itu, Tulus Santoso, Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), mengatakan, meski memerlukan investasi lebih mahal, konsep smart home akan membuat perawatan sebuah rumah menjadi lebih murah, karena teknologi yang digunakan membuat fungsi rumah lebih efisien. Dengan smart home, katanya, konsumsi energi se perti listrik bisa lebih minimal. “Kami akan tetap menghitung nilai komersial dari smart home yang dipasarkannya, agar tetap diterima oleh masyarakat,” katanya.

Poyek Ciputra yang telah mulai menerapkan smart home adalah Klaster The Voila di Perumahan Citraland Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Smart home di klaster ke-12 yang luasnya 40 hektar ini banderol terendahnya Rp 3,5 miliar per unit.

Menurut Marketing of Head Citra Land Banjarmasin, Terry Johanes Napitupulu, konsep smart home dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan penghuninya dalam mengadopsi gaya hidup praktis, hemat energi, dan ramah lingkungan. The Volia dilengkapi berbagai fitur berteknologi canggih, antara lain perangkat keamanan CCTV, panel sensor untuk menghidupkan dan mematikan lampu, air, dan komponen lainnya yang menggunakan tenaga listrik. Semuanya hanya dalam satu sentuhan tombol pengendali (one touch button).

Proyek berbasis smart home Ciputra Group lainnya adalah Stonegate Park Citraland Surabaya. Rumah yang sementara ini dibangun 11 unit tersebut, harganya berkisar Rp7 miliar per unit. Dilengkapi kecanggihan peralatan pemantau keamanan, pengaturan lampu, listrik dan AC berbasis android yang dapat dikontrol dari jarak jauh.

Begawan Properti Ir Ciputra mengakui, membangun smart home memang lebih mahal ketimbang rumah biasa karena semuanya berbasis teknologi. Mulai dari pemanfaatan daya listrik, air, penggunaan alat rumah tangga, lebih efisien karena dapat dikontrol dari jarak jauh. Sampah dan air limbah didaur ulang. “Smart home memang lebih mahal tapi efisien sesuai dengan tuntutan masa depan yang serba efisien energi,” katanya. HS/Riz

mpi-update.com