Demand Tinggi Pengusaha2 Batubara Beralih Developer

Big Banner

Jakarta,mpi-update. Seiring anjloknya harga, banyak penguasa batubara di Banjarmasin-Banjarbaru Kalimantan Selatan beralih menjadi developer. Hal ini juga dipicu tingginya permintaan masyarakat terhadap hunian khususnya menengah ke atas.

Berdasarkan liputan yang disajikan Majalah Properti Indonesia edisi Desember 2014, setiap hunian umumnya menengah atas itu didesain dengan arsitektur masa kini, rata-rata setinggi dua lantai. Luas lahan garapannya pun beragam, mulai yang dari ribuan meter persegi hingga ratusan hektar dengan fasilitas yang memadai, seperti system keamanan 24 jam, club house, sport center dan beberapa lainnya.

Pembangunannya hunian menengah atas banyak dikembangkan di kawasan Jalan Ahmad Yani dengan harga bekisar antara Rp500 juta untuk type rumah 70 sampai Rp5 miliar untuk rumah dengan luas bangunan 311 m2. Beberapa perumahan yang sudah dikembangkan di sini antara lain Citra Garden dan Citraland garapan Ciputra Group, Citra Graha, Bun Yamin Residence serta The Grand Banua Residence.

Pada level kelas menengah bawah, harga perumahan juga terus merangkak naik. Salah satu contoh Perumahan Griya Megah di Jl. Karang Anyar 2, Loktabat Utara, Banjarbaru dengan type 45/120, harga yang ditawarkan sudah Rp305 juta. Atau perumahan Triwijaya Residence Banjarmasin di Jl. Pangeran Hidayatullah Banua Anyar dengan type 55/135, harga yang ditawarkan Rp620 juta.

Ketua DPD REI Kalimantan Selatan H Maskar menilai, sejak 2011 pertumbuhan perumahan kelas menengah dan menegah atas sangat bergairah. Para pembeli umumnya berasal dari ruang lingkup yang sama, yaitu pertambangan, mulai dari pengusaha tambang, karyawan tambang, pegawai sub-kon pertambangan serta masyarakat yang berhubungan dengan pertambangan, baik itu pemilik tanah maupun pedagang di sekitaran area pertambangan. “Mereka-mereka inilah yang membuat property kelas menengah dan menengah atas di Banjarmasin terus bertumbuh,” ujar H Maskar.

Maskar tak menampik jika dalam dua tahun terakhir penjualan perumahan di Banjarmasin sedikit terkoreksi, imbas dari anjloknya harga komoditas batu bara di pasar global dunia. “Sebagai daerah yang ditopang oleh pertambangan maka ekonomi Banjarmasin memang cukup bergantung dari sektor ini, termasuk sektor properti,” papar Maskar.

Pendapat serupa juga disampaikan Senior Marketing Agent (MA) Century21 Primera, Kamil. Menurutnya kondisi penurunan penjualan saat ini lebih diakibatkan oleh dua faktor, pertama menurunnya nilai jual batu bara serta diberlakukannya kebijakan BI terkait LTV untuk pembeli rumah kedua dan seterusnya. “Pada tahun 2008, kondisi yang terjadi sama seperti tahun 2014. Saat itu, harga batu bara di pasar global sempat anjlok. Namun, ketika kondisi membaik, pasar pun kembali bergairah,” papar Kamil. RIZ

 

mpi-update.com