Pasokan Terbatas, Harga Lahan Kawasan Industri Melambung

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Tingginya permitaan terhadap kawasan industri dalam beberapa tahun belakangan dan terbatasnya pasokan dan lahan membuat harganya kini melonjak tinggi. Bahkan di 11 kawaan Industri di Jabodetabek, sudah menembaus Tp 1,9 juta per meter persegi

Hingga semester I 2014, dari total transaksi lahan seluas 750 hektar, yang diserap oleh perusahaan otomotif seperti Toyota, Suzuki, Astra Honda Motor, untuk ekspansi pabrik baru. Hal disampaikan Country Head JLL Indonesia, Todd Lauchlan, seminar prospek bisnis properti subsektor kawasan industri dalam seminar “Indonesia Real Estate 2014?, di Jakarta, Rabu (26/11)

“Peluang di subsektor kawasan industri masih sangat besar. Harga terus meningkat dan semakin menguat, daerah baru banyak dikembangkan sebagai respon atas banyaknya perusahaan asing yang melakukan ekspansi di Indonesia,” tutur Todd.

Ia mengutip hasil riset McKinesy Global Institute “The archipelago economy; Unleashing Indonesia’s potential”, September 2012, bahwa Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-16 dunia yang memiliki 45 juta populasi kelas menengah dengan daya beli tinggi, dan 55 juta pekerja berketerampilan.

Peluang sub sektor industri katanya akan terus tumbuh meski secara umum bisnis properti Indonesia melambat. Permintaan berasal dari perusahaan-perusahaan yang ekspansi bisnis baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanam modal asing (PMA).

Tingginya minat investor luar juga dipengaruhi oleh stabilitas politik yang kondusif, besarnya ceruk pasar domestik, digenjotnya pembangunan infrastruktur, upah buruh yang kompetitif dan harga lahan yang masih lebih murah ketimbang di negara-negara lainnya.

“Sementara pada 2030 nanti Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi nomor 7 di dunia dengan 135 juta kelas menengah berdaya beli tinggi dan 113 juta pekerja berketerampilan. It’s a big opportunity,” ujar Todd.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me