AFTA; Pengembang Luar Banyak ke Indonesia, Belum Tentu

Big Banner

Jakarta, mpi update. Saat  pasar bebas Asean 2015 (AFTA) berlaku, akan banyak pengembang luar bebas berekspansi di Indonesia, anggapan itu belum tentu benar. Konsultan Trimegah Securities Timothy Alamsyah, mengatakan, pemerintah memiliki batasan-batasan tersendiri bagi pihak asing, misalnya untuk memiliki tanah atau properti di Indonesia.

Selain itu, katanya produk pengembang luar juga tidak bisa langsung diterima oleh masyarakat Indonesia. “Alasannya, perusahaan properti harus tahu lingkungan kita (Indonesia). Untuk berkembang, perlu ada bantuan expert (ahli) dari Indonesia,” kata Tim dalam acara seminar “The Future of Real Estate in The Emerging” di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, (26/11).

Bentuk kerja sama dengan pengembang lokal, tambah dia, adalah dengan mendirikan CV. Hal ini memudahkan pengembang luar untuk masuk ke Indonesia. Keuntungannya bagi pengembang lokal, yaitu mereka bisa mendapatkan properti yang jauh lebih bagus daripada properti di Indonesia yang sudah ada. Selain itu, pengembang lokal juga mendapatkan akses untuk mengembangkan perusahaan ke luar Indonesia.

“Sebenarnya tidak perlu tunggu AFTA, sekarang sudah ada transaksi asing masuk ke Indonesia,” ujar Tim saat seminar “The Future of Real Estate in The Emerging” di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, (26/11/2014). Perusahaan otomotif misalnya, semakin ekpansif merambah Bekasi dan daerah Jawa Barat, antara lain Cikarang dan Karawang. Padahal, AFTA baru berlaku mulai tahun depan.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me