Dollar Naik, Produsen Keramik Menjerit

Big Banner

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar AS yang saat ini berada di angka Rp13.000 ternyata berdampak buruk terhadap industri keramik dalam negeri. Demikan disampaikan oleh Elisa Sinaga Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI). 

Menurut Elisa, hampir 60 persen komponen biaya produksi keramik menggunakan kurs dollar, mulai dari pembelian gas dan bahan baku pembuatan keramik.   

“Jadi dengan kenaikan harga dollar ini, maka cost pengeluaran produksi keramik akan naik menjadi 20 persen,” kata Elisa Kepada Rumahku.com

Elisa mengaku pihaknya sejauh ini masih belum mengambil keputusan untuk menaikkan harga jual keramik. Namun jika pelemahan rupiah ini terus berlanjut maka pihaknya menganggap efisiensi adalah jalan terbaik untuk dilakukan. 

“Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah efisiensi. Hampir semua industri manufaktur mengurangi semua jumlah produksi. Tetapi kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, kalau harapan kami ya bulan Juni sudah bisa normal kembali,” kata Elisa.  

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me