Pelemahan Rupiah Belum Pengaruhi Kredit Perumahan

Big Banner

WE Online, Manado – Pelemahan rupiah yang sudah melewati Rp13.000 per dolar Amerika Serikat (AS) belum mempengaruhi kinerja kredit perumahan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Sampai saat ini, kredit perumahan rakyat (KPR) masih tetap lancar seperti semula,” kata Kepala Sentra Kredit Konsumer BRI Wilayah Manado, Sumarno, di Manado, Kamis (19/3/2015).

Dia mengatakan kredit konsumer di BRI Wilayah Manado yang membawahi juga Palu dan Ternate berjalan lancar dan aman, belum ada dampak dari depresiasi rupiah terhadap dolar. Bahkan, katanya, tahun ini masih optimistis mampu mencapai target nasabah KPR baru 700 debitur baik rumah bersubsidi, menengah maupun premium.

“Yang mungkin mulai terpengaruh developer, yakni dari sisi bahan baku, namun karena kandungan produk lokal dan dalam negeri cukup tinggi, sehingga pelemahan rupiah belum terlihat dampaknya,” katanya.

Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK) Sulutgomalut Purnama Jaya mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar tidak mempengaruhi perbankan di Provinsi Sulut. Depresiasi rupiah tidak banyak dampaknya, karena selain bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) sedikit sekali melayani valas. Malahan, kata Purnama, pengekspor akan diuntungkan dengan pelemahan rupiah terhadap dolar.

“Bagi perbankan akan terganggu jika mereka banyak melakukan pembiayaan di impor. Namun sejauh pengawasan kami, di Sulut belum nampak efek negatifnya,” katanya.

Secara nasional OJK terus melakukan antisipasi jangan sampai rupiah terus melemah dan pada akhirnya menimbulkan kepanikan. (Ant)

Editor: Cahyo

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me