Laba BSD Naik 42% Ditopang Penjualan Residential &Komersial

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3,82 triliun pada 2014 atau melonjak 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 2,69 triliun.

Dikutip dari situs remi perusahaan tersebut menyebutkan, meski laba naik, pendapatan usaha turun tipis 2,9 persen yakni dari Rp 5,74 triliun pada 2013 menjadi Rp 5,57 triliun pada akhir tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan BSD Hermawan Wijaya mengatakan, kenaikan laba bersih ditopang oleh peningkatan penjualan proyek-proyek properti di segmen residensial dan komersial. Perolehan tersebut mencerminkan margin laba bersih sebesar 68,6 persen dan imbal hasil atas ekuitas (return of equity/ROE) sebanyak 24,8 persen.

“Permintaan akan produk-produk properti kami makin menguat. Hal ini karena konsumen kami puas dengan kenaikan nilai investasinya, juga karena kualitas proyek-proyek, fasilitas, dan infrastruktur pendukung yang kami sediakan” kata Hermawan dalam penjelasan resmi di Jakarta, Selasa (17/3).

Lebih jauh, Hermawan menjelaskan, pertumbuhan aset BSD selama 2014 mencapai 25 persen, yakni dari Rp 22,57 triliun menjadi Rp 28,13 triliun. Kenaikan ini disebabkan pertumbuhan aset tidak lancar yang mencapai 54 persen, dari Rp 10,74 triliun menjadi Rp 16,51 triliun.

“Pertumbuhan ini melanjutkan tren pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2013, aset BSD naik 35 persen menjadi Rp 22,57 triliun, dibandingkan 2012 sebesar Rp 16,76 triliun. Kinerja tersebut akan memperkuat posisi kami di pasar properti Indonesia,” imbuh Hermawan.

Lebih jauh, Hermawan mengungkapkan, utang jangka panjang berhasil dipangkas sebanyak 8 persen, yakni dari Rp 4,72 triliun menjadi Rp 4,33 triliun. Rasio utang jangka panjang atas ekuitas tercatat menjadi 0,28 kali, sedangkan rasio utang atas aset menjadi 0,34 kali. Adapun rasio lancar tercatat sebesar 2,18 kali.

Di sisi lain, BSD juga membukukan kenaikan utang jangka pendek sebesar 20 persen menjadi Rp 5,33 triliun. Namun, perseroan yakin hal itu tidak menganggu rasio leverage perusahaan.

“Kami akan melanjutkan pertumbuhan positif di tahun-tahun mendatang melalui pembukaan proyek-proyek baru, baik di BSD City maupun di luar Jawa. Pada 2015, BSD menargetkan pertumbuhan laba 10-15 persen,” kata dia.

Tahun lalu, anggota Grup Sinar Mas itu merealisasi penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 6,5 triliun atau lebih tinggi 8,3% dibandingkan target semula yakni Rp 6 triliun. Meski demikian, jumlah ini turun 11% dibandingkan total realisasi marketing sales 2013 sebesar Rp 7,3 triliun.

Selama Januari – Desember 2014, BSD menjual sebanyak 2.422 unit perumahan, lahan, rumah toko, strata title, dan industrial. Secara rinci, penjualan rumah menyumbang porsi terbesar sebanyak Rp 3,1 triliun atau 48 persen dari total marketing sales.

Jumlah ini diikuti penjualan lahan sebesar Rp 2 triliun (31 persen), rumah toko sebanyak Rp 664,3 miliar (10 persen), strata title senilai Rp 317,3 miliar (5 persen), dan industrial sebesar Rp 102,9 miliar (2 persen).

Dari segi proyek, sebagian besar marketing sales perseroan ditopang oleh BSD City Serpong dengan porsi sebesar 75 persen. Sementara itu, proyek Grand Wisata Bekasi dan Grand City Balikpapan masing-masing memberi kontribusi sebesar 6 persen.

Selanjutnya, Kota Wisata Cibubur menyumbang 5 persen, Taman Permata Buana sebesar 5 persen, dan Legenda Wisata Cibubur sebanyak 2 persen. Adapun Taman Banjar Wijaya Tangerang dan Kota Bunga Bogor memberikan 1 persen dari total penjualan.

Sementara itu, anak usaha BSD yakni PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,5 triliun sepanjang 2014 atau terpangkas 3,8 persen dibandingkan 2013 sebesar Rp 1,6 triliun.

Laba bersih juga tercatat turun 11,1 persen, dari Rp 658,8 miliar pada 2013 menjadi Rp 585,1 miliar pada akhir tahun lalu.

mpi-update.com