Uang Muka Rumah Subsidi Turun, Permintaan Diproyeksi Naik 15%

Big Banner

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya untuk meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Berbagai kebijakan pun dikeluarkan seperti meningkatkan porsi pembiayaan pemerintah dari 75 persen menjadi 90 persen untuk program FLPP menjadikan suku bunga FLPP menurun dari 7,25 persen menjadi 5 persen.

Rencana ini menyusul beberapa kebijakan yang juga meringankan konsumen dari DP sebesar 1 persen dan bantuan uang muka sebesar Rp4 juta.

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda memperkirakan akan terjadi peningkatan pasar FLPP sebesar 5 persen akibat penurunan suku bunga, dan sebesar minimal 15 persen untuk kebijakan besaran uang muka. Peningkatan pasar FLPP akan dapat lebih besar terkait rendahnya besaran uang muka, namun ketika pasar permintaan meningkat yang dikhawatirkan adalah ketersediaan pasokan yang berkurang.

“Berkurangnya pasokan rumah FLPP ini lebih dikarenakan banyaknya pengembang yang mulai beralih ke segmen menengah menyusul sulitnya mendapatkan harga tanah yang sesuai untuk dibangun rumah FLPP. Untuk itu saya sarankan agar pemerintah juga memperhatikan dari sisi supply,” kata dia yang dilansir dari laman resmi IPW, Jumat (20/3/2015).

Sisi suplai ini, lanjut dia, akan sangat terkait dengan ketersediaan bank tanah yang seharusnya sudah dipikirkan pemerintah sehingga kebijakan yang ada tidak menjadi kosong karena sisi supply yang terabaikan.

“Tanpa itu program sejuta rumah mungkin masih harus bermimpi,” tutup dia.

(mfa)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me