Program DP Rumah 1% dan Bantuan DP Rp4 Juta, Ini Plus-Minusnya!

Big Banner

Ada yang menarik dari program pemerintah untuk mensubsidi masyarakat menengah ke bawah untuk memiliki rumah sendiri pada tahun ini. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2015 jauh lebih membantu karena ada program uang muka (DP) KPR yang hanya 1%, bantuan uang muka Rp4 juta serta bunga KPR FLPP yang hanya 5% per tahun. Semuanya diberikan untuk masyarakat yang memenuhi syarat untuk disubsidi. Lihat: http://bit.ly/1GWLKLS

Apresiasi untuk ini datang dari berbagai pihak. Namun sejumlah pihak mengingatkan beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah agar program sebagus ini dapat terealisasi dengan baik pula di lapangan. Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan, jika pemerintah tak menerapkannya secara menyeluruh maka akan ada implikasi negatif yang menunggu di depan sana. IPW pun merilis plus-minus program ini, sebagai berikut:

Sisi positif:

– Program ini menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkaan rumah yang layak

– DP 1% adalah jawaban dari kesulitan masyarakat untuk memiliki rumah sendiri selama ini. Program ini akan mendorong masyarakat berlomba untuk membeli rumah dengan bantuan pemerintah.

– Bantuan uang muka Rp4 juta akan menjadi sebuah bantuan bagi masyarakat MBR untuk dapat merealisasikan pembelian rumah secepatnya, tanpa dan kendala dengan beratnya uang muka.

Sisi negatif:
– Harga rumah yang boleh dibeli dengan program subsidi pemerintah dibatasi sekitar Rp120 juta hingga Rp130 juta. Harga rumah ini hanya bisa ditemukan di lokasi pelosok.

– Jumlah pasokan rumah bersubsidi ini sangat sedikit, dan lokasi rumah yang jauh di pelosok ini pun akan menyulitkan akses penghuninya kemana-mana.

Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah solusi ini tidak menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah karena meski sudah dimiliki, namun rumah tersebut bisa jadi tidak dihuni. Itu sebabnya, IPW mengimbau pemerintah untuk memikirkan juga biaya transportasi yang harus ditanggung para penguhuni dengan penyediaan sarana transportasi dari dan ke lokasi-lokasi rumah subsidi yang akan dibangun pemerintah maupun pengembang swasta itu.

“Akan sangat disayangkan bila masyarakat membeli rumah namun kemudian karena alasan jauh dan tidak ada transportasi maka kemudian rumah tersebut menjadi tidak dihuni,” ujar dia.

Foto: Rumah123.com

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me