Ini 5 Sebab Orang Surut Niat Membeli Rumah. Apakah Anda Salah Satunya?

Big Banner

Orang selalu memotivasi, jika ingin memiliki rumah maka hal yang paling utama adalah tekad yang kuat dan keberanian. Maka lahirlah cerita suka-duka para pembeli rumah pertama yang akhirnya sukses memiliki rumah sendiri.

Kisah-kisah yang telah sering didengar itu, tampaknya belum cukup untuk memberanikan mereka yang terus memelihara rencana untuk punya rumah. Rencana, koleksi brosur perumahan saat pameran, survei lokasi, mengecek suku bunga KPR hingga simulasi perhitungan KPR pun sudah dilakukan, hanya kandas saat hendak memutuskan.

Berikut ini 5 masalah klasik yang sering melanda calon pembeli rumah disertai solusi agar cepat dan tepat memutuskan untuk membeli rumah idaman.

Keasyikan mengontrak rumah

Menyewa atau mengontrak rumah adalah langkah awal yang sering menjadi keputusan permanen yang menyebabkan Anda selamanya tidak akan memiliki rumah. Apalagi jika tarif sewa yang Anda bayarkan relatif murah. Untuk keluar dari kondisi ini, cobalah menghitung sendiri jika harga rumah Rp200 juta, sementara biaya sewa rumah Rp1juta per tahun dan akan terus naik dari tahun ke tahun, pada bulan ke berapa Anda bisa memiliki rumah sendiri?

Mitos bahwa rumah adalah aset yang sulit dijual, tidak seperti mobil

Rumah adalah aset yang selalu menunjukkan kenaikan harga saban tahun. Ada sebagian orang yang menjadikan rumah sebagai hunian yang mungkin akan diwariskan ke anak-cucu, namun ada juga yang memperlakukan rumah sebagai asset yang sesewaktu dapat dilikwidasi. Nah, sulitnya rumah dijual cepat membuat orang lebih suka membeli mobil meski masih mengontrak rumah, karena mobil lebih cepat terjual jika sesewaktu membutuhkan uang. Yang harus Anda ingat, rumah selalu bisa menjadi jaminan pinjaman Anda bank jika diperlukan.

Harga rumah yang terjangkau ada di luar kota dan jauh

Anda mungkin boleh bangga karena tinggal di Jakarta, terlebih di kawasan yang prestisius meskipun hanya dengan mengontrak rumah. Alasannya, tidak cukup uang untuk beli rumah di dalam kota. Jika menyesuaikan isi kantong, lokasi rumah kejauhan dan malas tinggal jauh. Persepsi ini terkadang bisa menjadi apriori karena membuat kesimpulan tanpa mengobservasi kondisi lapangan. Anda disarankan untuk cek langsung ke lokasi untuk dapat merasakan atmosfir perumahan di pinggir kota sekaligus membuktikan apakah persepsi Anda itu benar?

Kesulitan membayar uang muka

Ini problem klasik para pembeli rumah pertama, kesulitan uang muka. Namun problem ini bukan tanpa jalan keluar. Anda mungkin bisa mencari rumah baru  seharga kesanggupan Anda, dengan fleksibilitas pembayaran uang muka secara mencicil. Tidak sedikit pengembang di kota Anda yang memberikan opsi uang muka dicicil mulai 6 hingga 12 kali.

Khawatir tidak sanggup membayar cicilan

Ketakutan akan bayangan jika suatu saat tidak sanggup membayar cicilan rumah adalah penyakit para peragu. Kunci untuk lepas dari bayangan ini adalah, mengendalikan diri untuk tidak berkeinginan memiliki rumah yang harganya tinggi sehingga cicilan bulanannya pun besar pasak dari tiang. Pilihlah rumah yang harganya terjangkau sehingga cicilannya pun tidak lebih dari 30% total penghasilan Anda per bulan.

Lima hal di atas telah menjadi faktor penyebab orang enggan atau surut niatnya membeli rumah. Kekhawatiran yang berlebihan tentang kesulitan yang akan terjadi maupun ketidakpedulian akan pentingnya memiliki rumah adalah hal yang dominan. Tips di atas mudah-mudahan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa rumah harus diperjuangkan untuk  bisa dimiliki.

 

Foto: Ferdinand Lamak

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me