Ini Kisah Tentang Kemacetan di Simatupang, JORR dan Jagorawi

Big Banner

Tingkat kemacetan yang semakin tinggi di koridor arteri TB Simatupang belakangan ini semakin mencemaskan. Apalagi jika sudah menjalar ke dalam ruas jalan tol yang terkoneksi langsung dengan ruas jalan ini. Perjalanan dari Bekasi melalui JORR menuju Pondok Indah pun memakan waktu yang sudah di luar batas kewajaran, terutama di pagi hari. Demikian pula sepanjang Jagorawi yang sudah padat saban pagi mulai dari Cibubur, kini semakin bertambah padat saja.

Pantauan Rumah123.com di sepanjang jalan TB Simatupang, kepadatan ini terjadi karena dua sebab. Pertama, tingginya populasi truk besar dari Bekasi dan Bogor menuju Tangerang, Serang dan Tanjung Priok yang melewati JORR dan JORR W2. Kedua, karena adanya penumpukan kendaraan di ruas arteri TB Simatupang.

Penumpukan kendaraan di ruas arteri ini terjadi saban pagi dan sore hari. Hal ini disebabkan oleh sempitnya ruas jalan arteri yang tidak cukup menampung populasi kendaraan di kawasan selatan Jakarta ini. Pasalnya, arus kendaraan dari kawasan Tangerang Selatan dan Depok seperti Serpong, Bintaro, Ciputat dan Sawangan yang hendak masuk Jakarta via jalur arteri, pasti akan melintasi ruas jalan ini.

Kondisi ini jika tidak segera dicarikan solusi, akan membuat ruas jalan TB Simatupang menjadi sentra kemacetan baru di selatan Jakarta. Apalagi, jumlah pasokan unit perkantoran di kawasan ini pun terus bertambah. Bayangkan saja, riset Colliers Internasional menyebut, kenaikan pasokan ruang kantor di kawasan ini akan naik 30% pada 2015 yakni seluas 690.000 m2.

Bayangkan, jika semua ruang kantor ini sudah dihuni, sementara tidak ada langkah konkrit dari otoritas pemerintah atau operator jalan tol, betapa parahnya kemacetan di kawasan ini beberapa waktu ke depan.

Foto: Istimewa

rumah123.com