Suplai Stagnan, Tarif Sewa Properti Komersial Naik Tipis

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasok properti komersial di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) hingga kuartal tahun 2014 tidak  berubah signifikan dibanding tahun sebelumnya. Menurut survey Bank Indonesia (BI) hingga kuartal terakhir 2014 pasok ruang perkantoran dan apartemen di Jabodetabek masing-masing sebanyak 6,92 juta m2 dan 12.030 unit apartemen.  Stagnasi suplai ini disebabkan berbagai sebab terutama cuaca.

Untuk pasokan retail sewa dan hotel mengalami peningkatan tipis sebesar 0,67 persen dan 1,54 persen atau secara tahunan tumbuh 0,67 persen dan 3,46 persen. Survei BI juga melaporkan, tingkat hunian untuk seluruh segmen properti komersial di wilayah Jabodetabek mengalami penurunan.

perkantoran sudirman

Ilustrasi

Penurunan tertinggi terjadi pada ruang perkantoran sebesar 0,19 persen atau 0,18 persen per tahun. Penurunan tingkat hunian juga terjadi untuk apartemen sebesar 0,13 persen atau tumbuh melambat untuk periode tahunan sebesar 1,7 persen. Hal ini dsebabkan antara lain karena preferensi tenant yang lebih memilih non service apartment.

Hal ini tidak terjadi di Makassar yang mengalami peningkatan untuk seluruh segmen properti komersialnya khususnya untuk segmen retail sewa yang naik sebesar 2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Di tengah penurunan tingkat hunian untuk ruang sewa perkantoran dan apartemen ini, untuk tarif sewanya justru meningkat sebesar 7,65 persen (perkantoran) dan 3,64 persen (apartemen).

Kenaikan tarif sewa ini sebagai dampak depresiasi rupiah terhadap dolar karena itu kenaikan terjadi di apartemen dan ruang perkantoran di kawasan CBD. Kenaikan sewa apartemen dan perkantoran juga terjadi di wilayah Bandung sebesar 9,57 persen dan 1,86 persen. Sementara untuk properti komersial jual (strata) di kawasan Jabodetabek tidak mengalami perubahan kecuali kondominium yang naik 1,08 persen atau 4,98 persen untuk kenaikan tahunan.

Kondisi ini disebabkan oleh semakin terbatasnya pengembangan kawasan industri dan kurang diminatinya bisnis strata retail. Sementara itu meningkatnya pasokan kondominium di wilayah Jabodetabek berasal dari beroperasinya tiga tower apartemen baru di Jakarta Selatan dan Bogor. Tingkat penjualan properti komersial juga meningkat dibandingkan periode sebelumnya, terutama pada lahan industri sebesar 0,3 persen atau 1,63 persen untuk periode tahunan.

Kenaikan ini membuat harga jual untuk properti komersial juga meningkat sebesar 5,84 persen atau 13,28 persen untuk periode tahunan. Sementara harga jual kondominium pada kuartal keempat 2014 ini secara rata-rata turun 0,29 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan harga kondominium juga terjadi di Bandung dan Makassar sebesar 3,3 persen dan 3,89 persen.

housing-estate.com