Tren Keramik, Keramik Motif Dekoratif Ngetren Lagi

Big Banner

Keramik dekoratif untuk aksen dinding dan lantai kini mode lagi selain berkembangnya keramik berstruktur.

Housing-Estate.com, Jakarta – Industri keramik (keramik (lantai, dinding, atap, dan saniter) I ndonesia tahun ini diperkirakan tumbuh 10 persen lebih dari penjualan tahun lalu yang mencapai Rp30 triliun. “Indonesia sudah jadi salah satu dari delapan produsen keramik top dunia sejak 2013, dan salah satu dari 10 negara teratas dalam konsumsi keramik. Kita sudah menggunakan teknologi terbaru sehingga memungkinkan membuat produk berkualitas tinggi dengan desain yang kuat,” kata Elisa Sinaga, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI). Pameran Keramika 2014 yang diadakan ASAKI dan Reed Panorama Exhibition di Jakarta pertengahan April lalu memang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan itu. Pemakaian teknologi cetak digital (digital printing) misalnya, makin merata di kalangan produsen sehingga motif keramik kian menarik.

Tren Keramik, Keramik Motif Dekoratif Ngetren Lagi

Keramik berstruktur

Teknologi terbaru itu juga meningkatkan penciptaan keramik yang lebih detail dalam motif dan variasi tampilan permukaan. “Teknologi itu memungkinkan printing di atas permukaan berstruktur sehingga membuat produk lebih tiga dimensi, tidak flat,” kata Fransisca Giovanca, Product Assistant Manager PT Satyaraya Keramindoindah, produsen Roman. Roman meluncurkan produk terbaru keramik granit bermotif batu travertin yang memperlihatkan tekstur permukaan seperti batu asli dan tampilan keramik seperti logam teroksidasi. Ukurannya 90 x 45 cm. Ada juga keramik bertekstur dengan motif kayu lapuk yang terlihat antik ukuran 90 x 15. Milan menyebut struktur yang terbentuk pada keramik sebagai teknologi microrelief.

Tren Keramik, Keramik Motif Dekoratif Ngetren Lagi

Keramik tekstur kayu lapuk dari Roman Granit seri Dpier

Tren Keramik, Keramik Motif Dekoratif Ngetren Lagi

Roman dMetalline dapat diaplikasikan di dinding dan lantai

“Struktur (bertekstur) itu tidak bisa dibuat dengan sistem press tapi bisa dengan digital printing,” ujar S usan A nindita H, Product M anager PT S aranagriya L estari Keramik (Milan ceramics). Produk M ilan terbaru yang dipamerkan di antaranya koleksi keramik dinding Carina berstruktur garis-garis ukuran 20 x 60 dan keramik lantai seri M akassar yang bertekstur seperti serat kayu alami.

Keramik dekoratif kuno

Selain tekstur tren keramik kini juga terlihat kembali ke masa lampau dengan motif dan corak berpola mozaik. Pemakaian keramik dekoratif ini harus disusun mengikuti pola tertentu sehingga menjadi satu rangkaian yang cantik. Penambahan jenis tinta berwarna gold, glossy dan matt pada sistem digital juga meningkatkan kualitas pencetakan motif menjadi lebih berani bermain warna.

“Saat ini industri keramik di Indonesia berkiblat ke Eropa seperti Italia dan Spanyol yang banyak menampilkan keramik bergaya Eropa kuno dan ke arah Timur Tengah. Kita bukan meniru tapi hanya terinspirasi coraknya,” kata Harry Septarama, Marketing Manager PT Muliakeramik Indahraya (Mulia ceramics)

Mulia di antaranya melansir Graphis series berukuran 40 x 40 yang memadupadankan corak tegel kuno di Indonesia dan nuansa warna Timur Tengah. Keunggulan koleksi ini memiliki campuran warna emas (gold) yang licin mengilap (gloss) namun dengan permukaan timbul mengikuti motifnya. Misalnya bagian motif bunga dibuat sedikit menonjol, tidak rata.

Milan merilis seri keramik yang terinspirasi gaya Spanyol kuno dalam koleksi Corsica dan Venetta 50 x 50. Keramik yang bisa diaplikasikan untuk lantai dalam dan luar ini disarankan sebagai aksen karena coraknya tidak saling menyambung. “Setiap satu dus ada empat keping dengan motif berbeda. Ini permainan random agar menciptakan nuansa berbeda,” jelas Susan.

Roman juga memamerkan koleksi dekoratif bertema Timur Tengah dan Mediterania: dAvenida dan dTunisia. Keduanya keramik berbentuk oktagonal tipe interlock yang dipasang saling mengunci seperti puzzle. dAvenida terdiri dari 4 keramik motif acak (random) dan 4 keramik polos dalam satu rangkaian, sedangkan dTunisia adalah rangkaian keramik polos dengan aksen 8 potongan keramik kecil kotak bermotif. “Disarankan memakai nat dengan warna serupa sehingga tampilannya lebih tersamar, tidak terlalu kelihatan,” kata Fransisca.

KIA juga punya koleksi terbaru seri Cotto Classico yang diimpor langsung dari T hailand. Keramik mozaik 12 x 12 yang terdiri dari 9 keping ini menampilkan motif Arabesque bernuansa biru. Cocok untuk aksen dinding dapur. Seri terbaru lain Persia, Monaco, Marocco, Marrakesh yang semuanya berpola mozaik ukuran 40 x 40.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me