Pinjaman ADB akan Disalurkan ke BTN untuk Program 1 juta Rumah

Big Banner

Pontianak mpi-update. Pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), World Bank, dan International Financial Corporation (IFC) sebesar 500 juta dollar akan disalurkan BTN untuk dukung pembangunan 1 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan  Rp 80 tiliun untuk program tersebut. sementara dana yang ada baru mencapai Rp 60 triliun. Untuk menutupi kekurangannya, pemerintah menyiapkan dana dengan meminjam dari Bank Pembanguna  Asia (ADB).

“Sudah sepakat mereka meminjamkan masing-masing 500 juta dollar AS, nanti langsung dialihkan ke BTN. Namun ini masih dipertimbangkan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus, setelah acara Hari Ulang Tahun Realestat Indonesia, Hotel Aston, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (21/3/2015).

Menurut Maurin, pemerintah bisa menyiapkan jaminannya. Sementara Bank BTN tengah menganalisis untung ruginya, karena setiap meminjam dari bank asing selalu ada risikonya.

Sementara Direktur Utama Bank BTN, Maryono, jika satu bank asing memberi pinjaman 500 juta dollar AS maka Indonesia bisa mengumpulkan Rp 6 triliun. Dengan jumlah ini, pemerintah bisa membangun 60 ribu unit rumah.  Jika ketiga bank tersebut memberikan masing-masing 500 juta dollar AS, maka setidaknya pemerintah bisa membangun 180 ribu unit rumah.

“BTN ditunjuk negosiator untuk pembiayaan ADB, World Bank, dan IFC. Mereka nanti lihat bagaimana risikonya, untung apa tidak, risikonya apa meminjamkan dana ke Indonesia,” kata Maryono.  Dia menambahkan, ketiga bank ini juga tengah mempertimbangkan, bentuk pinjaman dalam bentuk dollar AS dan Rupiah. Sementara masa tenor sekitar 10-15 tahun dengan bunga 1-2 persen.

mpi-update.com