Menara Kedua Grand Kamala Lagoon Terjual 700 Unit

Big Banner

Jakarta – Melalui proyek superblok Grand Kamala Lagoon (GKL) perusahaan pengembang, PP Properti, kembali menunjukan eksistensinya di kancah bisnis properti Indonesia. Setelah sukses memasarkan menara pertama (tower Emerald) yang terjual habis (sold out) dalam kurun waktu empat bulan, Grand Kamala Lagoon kembali menggelar peluncuran menara kedua yang diberi nama tower Barclay.

Project Managing Director Grand Kamala Lagoon, Tjakra D. Puteh mengatakan, tower Barclay merupakan salah satu unit properti yang dibangun di superblok Grand Kamala Lagoon (GKL) Bekasi. Menelan investasi Rp 500 miliar, pembangunan apartemen ini terbagi atas dua menara, yakin north dan south.

“Saat ini, yang sudah ditawarkan ke pasaran adalah menara north. Sedangkan menara south baru akan diluncurkan pada Juli 2015. Namun, pemancangan tiang pancang pertama (ground breaking) kedua menara dilakukan secara bersamaan pada Agustus 2015. Jumlah unit apartemen yang disiapkan dari kedua menara sebanyak 2.000 unit,” kata Tjakra dalam siaran persnya, Selasa (24/3).

Lebih lanjut Tjakra mengatakan, PT PP Properti sendiri berhasil menjual 700 unit Apartemen Barclay dalam waktu 4 jam, dengan nilai penjualan sebesar Rp 300 miliar. Dari penjualan tersebut, sebanyak 60 persen unit yang dipasarkan dibeli oleh kalangan investor.

Sebanyak 700 unit tersebut, lanjut Tjakra, merupakan unit-unit tipikal, yakni tipe satu kamar tidur dan dua kamar tidur. Tipe satu kamar tidur berukuran 24 meter persegi, sedangkan dua kamar tidur 50-57 meter persegi. Harga per unit dibandrol mulai Rp 300 jutaan.

Menara north sendiri, jelas dia, terdiri atas 41 lantai, dimana setiap lantai terdapat 28 unit. Sebanyak 31 lantai dari 41 lantai sudah terjual. “Saat ini tinggal sepuluh lantai yang merupakan tipe suites dan penthouse,” jelas Tjakra.

Dari 10 lantai itu, jelas dia, terdapat 300 unit apartemen, dimana harga per unitnya sudah mengalami pertumbuhan. “Harga sebelumnya dibandrol Rp 350 juta, saat ini bergerak menjadi Rp 400 juta per unit,” tambahnya.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:PR

beritasatu.com