REI Kalbar Keluhkan Infrastruktur

Big Banner

Pontianak – Para pengembang properti yang tergabung di dalam DPD Real Estat Indonesia (REI) Kalimantan Barat (Kalbar) mengeluhkan lambannya pembangunan infrastruktur dasar.

Akibat lambannya ketersediaan infrastruktur, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pun tersendat-sendat.

“Untuk sambungan listrik saja bisa butuh satu tahun lebih dan untuk air minum juga tidak dapat cepat tersambung,” ujar Muhammad Isnaini, Wakil Ketua DPD REI Kalimantan Barat, di Pontianak, Jumat (20/3).

Dia menjelaskan, saat ini kekurangan pasokan rumah di Kalbar bisa mencapai 13 ribu unit. Sedangkan para pengembang hanya mampu membangun sekitar 4.900 unit pada 2015.

Dari jumlah tersebut, tambahnya, sebanyak 4.500 adalah rumah bagi MBR dengan kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Lalu, sekitar 300 unit rumah menengah dan sekitar 100 rumah mewah.

Untuk rumah bagi MBR, jelas dia, harganya mengikuti patokan pemerintah, yakni Rp 121 juta per unit. Walau, ada juga yang memasarkan di bawah harga tersebut. Sedangkan rumah menengah berkisar Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar per unit.

“Untuk rumah mewah harganya di atas Rp 1 miliar per unit,” kata Isnaini.

Sementara itu, terkait dengan program pembangunan satu juta rumah per tahun, dia mengatakan, butuh dukungan dari pemerintah. Selain persoalan infrastruktur dasar, tegasnya, hal yang perlu dibantu pemerintah adalah pemangkasan birokrasi perizinan. Selain itu, pensertifikatan tanah yang dipercepat dan bantuan akses perbankan bagi kelompok informal.

“Mayoritas pembeli rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) adalah dari kalangan informal. Di Kalbar porsinya bisa mencapai 80 persen. mereka mayoritas non-bankable,” ujar dia.

Isnaini mengaku pesimistis target pembangunan rumah satu juta unit dapat terwujud tanpa terobosan pemerintah seperti yang ia kemukakan di atas. Dia mengaku pihaknya mencoba berinteraksi dengan kalangan instansi terkait guna membantu para pengembang properti di Kalbar.

Investor Daily

Penulis: Edo Rusyanto/FQ

Sumber:Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me