Ciputra Siapkan Ekspansi Rp 8,5 Triliun

Big Banner

Jakarta – Pengembang papan atas Ciputra Group terus berekspansi menggarap proyek properti dan hotel di Jakarta dan Bali, senilai total Rp 8,5 triliun. Untuk proyek superblok dan hotel dikerjakan PT Ciputra Property Tbk senilai Rp 6,5 triliun, yang mulai dibangun tahun 2015. Sedangkan proyek perkantoran senilai Rp 2 triliun digarap melalui kerja sama dengan PT Pembina Sukses Utama.

Konsep superblok saat ini menjadi primadona bagi masyarakat Ibu Kota, dengan tingkat penyerapan yang cukup bagus. Tingginya animo ini didorong oleh kebutuhan masyarakat akan hunian di tengah kota, yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk hidup lebih nyaman dan praktis.

Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar menjelaskan, proyek senilai Rp 6,5 triliun tersebut terdiri atas pengembangan Ciputra World Jakarta (CWJ) 1 senilai Rp 1,3 triliun, CWJ 2 Rp 3 triliun, Ciputra International Rp 1,3 triliun, dan pembangunan Rosewood Hotel Rp 900 miliar. Sedangkan dalam kerja sama dengan PT Pembina Sukses Utama, Ciputra Group membangun gedung perkantoran Citra Towers di kawasan Central Business District (CBD) Kemayoran, Jakarta Pusat.

Artadinata Djangkar mengatakan, pada 2015, ekspansi Ciputra Property masih fokus pada pengembangan CWJ 1 dan CWJ 2 di Jalan Prof Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek lain yang masuk dalam aksi korporasi 2015 adalah superblok Ciputra International di kawasan Puri, Jakarta Barat. Sedangkan pembangunan hotel bintang lima plus Rosewood Hotel berlokasi di Bali.

Di CWJ 1, pengembang akan menambah office building dengan luas 90 ribu meter persegi (m2). “Nilai investasi, di luar tanah, mencapai Rp 1,3 triliun. Untuk CWJ 1 sebenarnya sudah selesai, tapi kami akan menambah office building. Kami namakan Tower Dua Office Building. Saat ini mulai penanaman tiang pancang dan diperkirakan proyek selesai tiga tahun ke depan,” ujar Artadinata di sela pembukaan Hotel Raffles di Jakarta, Senin (16/3).

Ciputra juga menyelesaikan beberapa proyek di CWJ 2. Di area ini akan dibangun dua menara apartemen dan satu of fice building. Total investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 3 triliun, dengan rincian 50 persen untuk apartemen dan 50 persen untuk perkantoran.

“Untuk perkantoran memang telah memasuki fase oversupply. Oleh karenanya, pengembang harus hati-hati sebelum memulai pembangunan. Kalau bangunannya sama sekali baru dan lokasinya kurang bagus, akan berat,” tutur dia.

Namun demikian, Artadinata optimistis proyek CWJ akan mudah diserap pasar. Alasannya, perkantoran yang dikembangkan oleh Ciputra Property di CWJ 1 dan CWJ 2 berdiri di lokasi strategis. Bangunannya juga terintegrasi dengan unit-unit lain yang sudah berdiri. Berbarengan dengan pengembangan CWJ 1 dan CWJ 2, lanjut dia, Ciputra mulai membangun superblok Ciputra International di kawasan Puri, Jakarta Barat. Untuk tahap awal akan dibangun tiga menara apartemen, dengan nilai investasi Rp 1,3 triliun. Pembangunan fisik proyek tersebut sudah dimulai bulan lalu.

Siapkan CWJ 3

Setelah CWJ 1 dan CWJ 2, Ciputra Property berencana mengembangkan CWJ 3, yang lokasinya berseberangan dengan CWJ 1. Hanya saja, kata Artadinata, perseroan belum menentukan jumlah unit properti yang akan dibangun dan nilai investasi proyek di atas lahan 1,6 hektare tersebut.

“Kami baru bisa memastikan lokasi pengembangan CWJ 3. Unit dan nilainya belum bisa kami sebut. Kami masih menyesuaikan dengan kondisi pasar,” ujar Artadinata.

Sebelumnya Artadinata menuturkan, konsep superblok masih menjadi primadona bagi masyarakat Ibu Kota yang ingin hidup praktis dan lebih baik di tengah kota. Potensi bisnis superblok masih cukup bagus hingga beberapa tahun ke depan.

“Kami masih memiliki cadangan lahan sekitar 13 hektare di wilayah Jakarta. Ini akan digarap dengan konsep superblok,” tandas dia.

Investor Daily

Penulis: Pamudji Slamet/FER

Sumber:Investor Daily

beritasatu.com