Tokyu Land Indonesia Siapkan Dua Kondominium Mewah

Big Banner

Jakarta – Pesatnya perkembangan bisnis properti di Indonesia kian menggoda para pengembang properti asing menjejakkan kaki di Tanah Air. Mereka mengincar sejumlah segmen di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Salah satunya adalah Tokyu Land Indonesia yang menggarap proyek senilai Rp 7,1 triliun.

“Dalam lima tahun terakhir pasar real estate di Indonesia telah berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas kami untuk berekpansi keluar negeri,” kata Presiden PT Tokyu Land Indonesia, Shinya Miwa, dalam paparannya, di Jakarta, Rabu (11/3).

Tokyu Land Indonesia adalah perpanjangan tangan Tokyu Land Corporation, Jepang di Indonesia. Pengembang properti ini merangsek bisnis properti di Indonesia dengan menggarap sejumlah proyek di Jabodetabek, yakni di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan dan BSD Serpong, Tangerang, Banten. Nilai proyek yang digarap tidak tanggung-tanggung yakni 65 miliar yen atau sekitar Rp 7,15 triliun.

“Tingginya permintaan pasar real estate di Indonesia memicu aktivitas pembelian properti, baik perumahan maupun kondominium dan ini tentu menjadi pasar yang cukup bagus bagi kami,” kata Shinya Miwa.

Karena itu, Tokyu Land Indonesia masuk lewat produk kondominium bermerek Branz mulai tahun 2015. Branz merupakan brand orisinil Tokyu Land Holdings yang membidik segmen menengah atas.

Menurut dia, tidak hanya mengutamakan kualitas tetapi juga layanan pemeliharaan seperti penggunaan sistem keamanan tingkat tinggi yang telah tersedia dan digunakan di Jepang.

Kedua proyek kondominium mewah yang digarap Tokyu Land Indonesia tersebar di dua kawasan berbeda. Total apartemen yang dibangun mencapai 3.381 unit.

“Branz BSD akan terdiri atas 3.000 unit, dengan tahap pertama sebanyak 1.200 unit. Nilai investasinya sekitar 50 miliar yen. Sedangkan Branz Simatupang terdiri atas 381 unit dengan investasi 15 miliar yen,” kata Direktur PT Tokyu Land Indonesia, Tai Horikawa

Branz BSD rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektare (ha). Pembangunan fisiknya dimulai pada Juni 2015 dan ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2018. Sedangkan untuk kondomenium Branz Simatupang dibangun di atas lahan seluas 1,5 ha dan pengerjaan fisik dimulai pada Desember 2015 dengan target penyelesaian pada kuartal IV tahun 2017.

“Seluruh lahan baik yang di BSD maupun di Simatupang sudah bebas sepenuhnya. Sehingga untuk pembangunan fisik tidak akan ada kendala,” ujarnya.

Menurut dia, Tokyu Land memilih TB Simatupang karena kawasan ini merupakan pusat bisnis (central business district/CBD) baru di kawasan Jakarta Selatan. Di kawasan ini sudah banyak berdiri gedung perkantoran yang tentunya membutuhkan hunian ekslusif aman dan nyaman serta berdekatan dengan tempat bisnis.

“Kawasan ini sudah tumbuh dan banyak gedung perkantoran sehingga kami menyasar kawasan ini,” kata dia

Begitu juga dengan kawasaan BSD Serpong. Lokasi ini dinilai strategis karena berdekatan dengan akses jalan tol dan tidak jauh dari Jakarta. Ditambah lagi, kata dia, kawasan ini akan hadir mal terbesar sehingga potensinya menjanjikan.

Untuk harga jual, kata Tai Horikawa, pihaknya masih belum bisa merilis ke publik. Tokyu Land masih menunggu kondisi pasar yang tepat dengan mempertimbangkan kenaikan inflasi dan penerapan pajak baru oleh pemerintah untuk hunian mewah. Selain itu, katanya, mempertimbangkan daya beli masyarakat di kedua wilayah tersebut.

“Sekarang kami masih menghitung berapa harganya, kami melihat kondisi pasar terlebih dahulu. Tentu akan menyesuaikan dengan harga pasar properti di Indonesia dan pastinya tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Penulis: Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com