Kembali ke Fitrah, Perumnas-Pemerintah Bangun Sejuta Rumah

Big Banner

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama-sama dengan PT Perumnas bersinergi mendukung pembangunan sejuta rumah yang merupakan salah satu andalan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Awalnya Perumnas dibentuk sebagai pioner untuk mengembangkan kawasan kota baru. Tahun 2000-an, kita berjuang untuk menyediakan perumahan. Sekarang pemerintah bersama Perumnas bersama-sama untuk mengemban misi awal. Kembali ke fitrah,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam rilis Pusat Komunikasi Publik Kemenpupera yang diterima di Jakarta, Rabu (11/3).

Ia mengemukakan, pemerintah akan memulai pembangunan program satu juta rumah untuk mengurangi angka “backlog” (kekurangan perumahan) yang selama ini dinilai cukup besar.

Sedangkan untuk mencapai program satu juta rumah ini, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan yang dialokasikan dari APBN 2015 sekitar Rp13 triliun dan sekitar Rp500 juta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Untuk mendukung percepatan pembangunan sejuta rumah tahun 2015, Perumnas memperoleh dana sebesar Rp1 triliun yang difokuskan kepada penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam percepatan pembangungan sejuta rumah, Perumnas mendapat kepercayaan untuk membangun sebanyak 36.016 unit.

Selanjutnya, pemerintah juga akan memperbaiki peratuan pemerintah tentang Perumnas yakni dengan menambahkan empat lingkup kerja, yaitu Perumnas diberi kesempatan menjadi “land bank” (bank tanah) dan tanah-tanah milik Kemenpupera akan diserahkan kepada Perumnas dengan aturan yang ada untuk dapat dikembangkan.

Kedua, Perumnas menjadi pengelola perumahan umum sehingga fungsinya tidak hanya membangun, tapi juga mengelola. Ketiga, Perumnas mengembangkan kawasan siap bangun (kasiba). Keempat, Perumnas menjadi “National Housing Development” (Pembangun Perumahan Nasional).

Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan, Perumnas pada 2015 merencanakan program pembangunan rumah sebanyak 33.500 unit dalam bentuk Rumah Susun Sederhana Milik, Pengelolaan Rusunawa, dan Rumah Sederhana serta Rumah Sederhana Tapak.

Hal itu dinilai sejalan dengan Proposal Pengajuan PMN Perumnas sebesar Rp 2 triliun, yang telah diajukan kepada Pemerintah melalui Kementerian BUMN dan telah dibahas DPR.

“Akhirnya disetujui PMN Perumnas sebesar Rp1 triliun. Untuk itu, Perumnas perlu mengupayakan pembiayaan lain,pemanfaatan aset pemerintah hingga sinergi BUMN untuk memaksimalkan pencapaian target yang pemerintah tetapkan,” kata Himawan.

Adapun pencapaian kinerja Perumnas pada 2014 melebihi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan pendapatan Rp1,3 triliun dan laba Rp 135 miliar dengan jumlah pembangunan rumah sebanyak 14.250 unit.

Penulis: /YUD

Sumber:Antara

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me