Bisnis Apartemen di Palembang Semakin Menggeliat

Big Banner

Palembang – Bisnis apartemen mulai menggeliat di Palembang, Sumatera Selatan sejak tiga tahun terakhir dan ditandai bermunculannya penawaran pembelian hunian vertikal itu kepada masyarakat.

Direktur Utama Apartemen Palembang City Center, Nicodemos Kasan Kurniawan mengatakan, prospek bisnis apartemen di kota ini demikian menggiurkan karena belum banyak di tengah perkembangan menuju metropolitan.

“Hingga kini baru ada ada tiga apartemen yang siap dibangun, untuk jumlah penduduk di atas 3 juta tentunya, jumlah ini masih kurang, jika ditambah satu jelas masih kurang” kata Nicodemos di Palembang, Rabu (11/3).

Untuk itu, pihaknya tertarik memanfaatkan kesempatan ini dengan membangun sebuah apartemen mewah di lahan seluas 2,5 hektare yang berada di pusat kota karena tiga apartemen yang terdahulu bertempat relatif di pinggir kota.

Apartemen ini dibandrol di kisaran Rp1 miliar ke atas dengan fasilitas hotel bintang lima dengan total per tower berjumlah 200 unit (setiap tower dengan tinggi 34 lantai).

“Coba lihat sendiri, di Palembang ini tidak ada perumahan mewah di tengah kota, apalagi apartemen. Peluang ini yang kami manfaatkan karena kalangan bisnis tidak suka repot, apalagi Palembang sudah mulai macet,” kata dia.

Ia mengatakan, perusahaannya akan bekerja optimal untuk merealiasikan pembangunan apartemen ini yang sudah menyelesaikan sekitar 90 persen pematangan lahan.

Apartemen yang berada di Jalan Radial atau berseberangan dengan Mal Palembang Ikon dan Mal Palembang Square ini juga akan membangun mal yang konsepnya lebih ke arah pemenuhan gaya hidup.

“Target kami sebelum Asian Games 2018 sudah selesai dan sudah siap ditempati, sementara ini kami belum menjual unit karena tidak mau menjual janji. Lantaran itu tahapan persiapan relatif lama,” kata dia.

Terkait dengan anggapan masyarakat Palembang tidak menyukai rumah vertikal, menurutnya tidak dapat ditelan bulat-bulat karena karakteristik Palembang pada masa mendatang dipastikan membutuhkan hunian seperti apartemen.

“Minat justu sangat tinggi sekali, dua pekan lalu setelah ajang pertemuan dengan calon pembeli sudah ada 20 unit yang dipesan. Mereka sudah berkonsultasi mengenai kemungkinan pembayaran berjangka dan potongan harga. Tapi, sekali lagi kami tidak jor-joran karena tidak mau menjual janji dalam arti begitu unit siap baru dipasarkan,” kata dia.

Peluang bisnis apartemen di Palembang sudah dilirik pengusaha tapi hingga kini belum satu pun apartemen yang terealisasi karena dari empat yang ada saat ini baru sebatas menyelesaikan pembebasan lahan.

Beberapa waktu lalu, warga Palembang dikejutkan dengan ulah pengembang Apartemen Orchid yang lari dari tanggung jawab meski sudah menerima uang muka bernilai ratusan juta.

 

Penulis: /FER

Sumber: Antara

beritasatu.com